Transaksi Rumah Bekas Melonjak di China, Tanda Stabilisasi atau Krisis Struktural?
Lonjakan penjualan rumah bekas di China mencapai lebih dari 50 persen pada 2026, menandai perubahan tren pasar yang mengkhawatirkan ekonomi nasional.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 12.06 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Pasar properti China menunjukkan perubahan signifikan dalam dua tahun terakhir, ditandai dengan penurunan drastis aktivitas pembangunan perumahan baru. Sejak 2021, sektor ini terus mengalami tekanan akibat krisis likuiditas, pembekuan proyek, dan kebijakan pengendalian utang yang ketat. Namun, di tengah kondisi tersebut, terjadi pergeseran tajam dalam preferensi konsumen: jumlah transaksi rumah bekas mengalami kenaikan ekstrem, melampaui angka 50 persen dari total penjualan properti pada 2026.
Peningkatan ini tidak mencerminkan pemulihan sektor konstruksi, melainkan refleksi dari keterbatasan akses terhadap properti baru. Banyak calon pembeli yang terpaksa beralih ke pasar second karena pembangunan proyek baru terhambat atau ditunda, serta ketidakpercayaan terhadap daya saing developer besar. Fenomena ini memperkuat anggapan bahwa peningkatan transaksi rumah bekas bukan indikator keberhasilan pasar, melainkan hasil dari keterpurukan struktural.
Menurut analis geopolitik Sun Lee, tren tersebut menunjukkan ketidakmampuan ekonomi untuk menciptakan nilai baru melalui investasi infrastruktur properti. Transaksi rumah bekas hanya melibatkan perpindahan kepemilikan tanpa kontribusi langsung terhadap PDB, kecuali melalui biaya layanan seperti komisi agen. Dalam konteks ini, tidak ada peningkatan produksi, pekerjaan, atau kenaikan kapasitas ekonomi nyata, sehingga klaim pemerintah tentang stabilisasi pasar menjadi dipertanyakan.
Keberlanjutan tren ini menjadi isu krusial, karena terus menggambarkan ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran di sektor perumahan. Jika tidak direspons dengan kebijakan yang mendorong pembangunan baru dan memperbaiki kepercayaan investor, pasar properti China berpotensi terjebak dalam siklus stagnasi yang berkepanjangan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Proyek Perluasan Kediaman Putin di Sochi Terungkap Melalui Dokumen dan Iklan Pekerja
Investigasi mengungkap rencana perluasan besar-besaran kediaman presiden Rusia di Bocharov Ruchey, didukung data satelit, dokumen pengadilan, dan iklan lowongan pekerja dengan fasilitas eksklusif.
13 Oktober 2026

Asap Tebal Menutup Jembatan Ampera, Warga Palembang Keluhkan Kesehatan
Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan menyelimuti Palembang, mengganggu visibilitas dan menimbulkan keluhan kesehatan, sementara pemerintah memperkuat posko kesehatan untuk penanganan dampaknya.
13 Oktober 2026

Jembatan Cikotak Resmi Beroperasi, Dorong Akses Ekonomi dan Pendidikan
Pembangunan jembatan beton di Cikotak, Banten, selesai dan diresmikan sebagai bagian dari program CSR HUT ke-48 Pasar Modal Indonesia, mendukung mobilitas 1.500 warga.
13 Oktober 2026

Warga Protes Proyek Sungai Raksasa, Tanah Leluhur Tenggelam
Ratusan warga suku di Madhya Pradesh menolak proyek penghubung sungai senilai US$87 miliar yang mengancam desa dan lahan pertanian leluhur mereka.
12 Oktober 2026
Berita Lainnya

Prof. Dr. Ir. H. Takdir Saili, M.Si, Pimpin Universitas Halu Oleo 2026-2030
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.56 WITA

Cakatinding Siap Jadi Identitas Budaya dan Wisata NTT
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.22 WITA

Taylor Swift Pecahkan Rekor 100 Minggu di Puncak Billboard 200
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.21 WITA

Aktris Selma Blair Didaftarkan atas Tuduhan Kekerasan di Bandara JFK
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.21 WITA

Verdonk Siap Lawan Saka di Laga Arsenal vs Lille
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.10 WITA

Lima Laga Berat Wakil Indonesia di Babak Pertama Denmark Open 2026
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.10 WITA

Laga Kunci Liga Champions Malam Ini Sajikan Duel Besar
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.09 WITA
Siswa 14 Tahun Tembak Kepala Sekolah di Marseille
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.08 WITA

