Senin, 12 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Warga Protes Proyek Sungai Raksasa, Tanah Leluhur Tenggelam

Ratusan warga suku di Madhya Pradesh menolak proyek penghubung sungai senilai US$87 miliar yang mengancam desa dan lahan pertanian leluhur mereka.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 12 Oktober 2026, 23.06 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Warga Protes Proyek Sungai Raksasa, Tanah Leluhur Tenggelam📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Ratusan warga suku di wilayah Ajaygarh, Madhya Pradesh, menggelar aksi protes massal terhadap proyek penghubung sungai Ken-Betwa yang dinilai menghancurkan kawasan pemukiman dan lahan pertanian turun-temurun. Proyek yang dibiayai sekitar US$87 miliar ini menyebabkan sejumlah desa tenggelam akibat pembangunan bendungan, memaksa ribuan keluarga kehilangan tempat tinggal dan sumber mata pencaharian. Aksi demonstrasi berlangsung di dekat Sungai Ken, dengan warga menunjukkan penolakan melalui simbol-simbol perlawanan yang mendalam.

Salah satu tokoh protes, Bitti Bai Kondar, berdiri di tengah air setinggi lutut dengan lumpur menempel di wajahnya sebagai bentuk ikatan emosional terhadap tanah leluhur. Bersama empat anaknya, ia menuntut kompensasi yang adil dan relokasi layak atas rumah serta lahan yang telah direbut oleh proyek pemerintah. Ia menyatakan bahwa tanah bukan sekadar aset, melainkan warisan budaya dan identitas yang tak bisa dihitung dengan uang. Aksi protes ini dilakukan dengan cara simbolis, termasuk berbaring di atas kayu bakar sebagai keranda dan mengenakan tali berbentuk jerat di leher.

Beberapa perempuan turut serta dalam aksi dengan berbaring di atas replika tempat pembakaran jenazah, menegaskan penolakan terhadap keputusan pemerintah yang ingin memaksa mereka meninggalkan tanah leluhur. “Kami tidak akan pergi. Tanah ini adalah bagian dari kami, dan pemerintah telah merampasnya,” ujar Kondar dalam pernyataan yang disampaikan di lokasi demonstrasi. Aksi ini menunjukkan kekuatan kolektif masyarakat yang berusaha mempertahankan hak adat dan kesejahteraan jangka panjang.

Proyek penghubung sungai ini merupakan bagian dari ambisi nasional India untuk mengalirkan air ke wilayah rawan kekeringan melalui jaringan sungai yang menghubungkan sekitar 30 sungai di seluruh negeri. Pemerintah menyebut proyek ini sebagai solusi strategis untuk meningkatkan ketahanan pangan dan menopang sekitar puluhan juta petani. Namun, banyak pihak mengkhawatirkan dampak sosial dan lingkungan yang ditimbulkan, terutama terhadap komunitas adat yang tinggal di kawasan rawan bencana alam dan ekosistem sensitif.

Aksi warga ini menjadi ujian awal bagi program besar yang digerakkan di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Narendra Modi. Meskipun proyek dianggap penting untuk pembangunan infrastruktur nasional, tekanan dari masyarakat lokal menunjukkan bahwa keberlanjutan proyek harus mempertimbangkan hak asasi dan keberlangsungan budaya masyarakat adat. Tanpa kehadiran dialog yang adil dan transparan, proyek besar berpotensi memperdalam ketimpangan sosial dan merusak keberagaman ekologis yang telah ada selama puluhan generasi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya