Enam Stasiun Metro Ditutup Usai Aksi Protes Pemilu di Delhi
Otoritas Delhi menutup enam stasiun metro dan menerapkan pembatasan lalu lintas menyusul aksi protes massal terhadap revisi daftar pemilih yang menimbulkan kontroversi.
Redaksi iNarasikita·Senin, 12 Oktober 2026, 23.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Otoritas transportasi kota Delhi mengambil langkah darurat dengan menutup enam stasiun metro dan membatasi pergerakan kendaraan di lebih dari 20 ruas jalan, menyusul gelombang protes besar-besaran yang menyoroti kebijakan revisi daftar pemilih. Aksi yang dipimpin oleh koalisi partai oposisi dan gerakan pemuda menuntut pengunduran diri Ketua Komisioner Pemilu Gyanesh Kumar, dengan klaim bahwa proses tersebut merugikan kelompok minoritas, khususnya pemilih Muslim.
Revisi daftar pemilih yang dilakukan sejak tahun lalu telah menghapus sekitar 130 juta nama, termasuk 28 juta orang yang telah meninggal, 63 juta yang pindah domisili, dan 30 juta yang tidak teridentifikasi secara akurat. Oposisi menilai perubahan ini tidak proporsional dan berpotensi menguntungkan Partai Bharatiya Janata (BJP), meski Komisi Pemilihan Umum dan BJP membantah adanya bias atau kecurigaan politik dalam proses tersebut.
Aksi unjuk rasa memuncak dengan massa yang bergerak menuju Mahkamah Agung, menyebabkan penahanan ribuan demonstran oleh kepolisian, termasuk sejumlah tokoh dari Partai Cockroach Janta (CJP). Pemerintah menanggapi dengan mengerahkan ribuan personel keamanan untuk mengamankan pusat kota dan mencegah aksi yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Partai Kongres, sebagai oposisi utama, menyatakan akan menyerahkan memorandum kepada Ketua Mahkamah Agung Surya Kant untuk menuntut penghentian apa yang mereka sebut sebagai "pencurian suara".
Rahul Gandhi, pemimpin Kongres, menegaskan bahwa aksi ini bukan hanya gerakan politik, tetapi bentuk perlawanan rakyat terhadap ancaman terhadap demokrasi dan kepercayaan pada Konstitusi India. Ia menekankan keterlibatan kaum muda, partai oposisi, dan masyarakat sipil dalam aksi bersama. Namun, Mahkamah Agung menolak permintaan pertemuan langsung, menyarankan agar isu tersebut diselesaikan melalui jalur hukum yang telah diakui.
Sebagai respons, CJP mengancam akan mengumumkan aksi baru jika kepolisian Delhi tidak memberikan kepastian mengenai jadwal demonstrasi damai dalam waktu 24 jam. Sementara itu, muncul laporan internal yang menyebut dua deputi Kumar menyampaikan kekhawatiran terkait prosedur pendaftaran dan sistem digital, meskipun Komisi Pemilihan Umum tetap menegaskan bahwa pemilih yang terhapus dapat mendaftar ulang, serta menolak tuduhan adanya kecurangan atau bias politik.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Perkuat Peran di PBB dari Dalam
Indonesia berkomitmen memperbaiki tata kelola PBB dari dalam melalui reformasi yang menekankan transparansi, efektivitas, dan representasi negara berkembang.
12 Oktober 2026

Pertamina Perkuat Distribusi BBM di Bondowoso Hadapi Lonjakan Konsumsi
Pertamina memperkuat pasokan dan pengawasan BBM di Bondowoso pascakenaikan konsumsi hingga 20% dan hambatan distribusi akibat perbaikan infrastruktur.
12 Oktober 2026

Penerbangan Transit Dubai ke Riyadh dan Jeddah Dibatalkan Imbas Serangan di Bandara Riyadh
Pembatalan penerbangan transit dari Dubai ke Riyadh dan Jeddah terjadi akibat serangan di Bandara King Khalid, Riyadh, yang menewaskan 12 orang dan melukai 309 lainnya, berdampak pada penumpang asal Indonesia melalui Bandara Soetta.
12 Oktober 2026

Kuasa Gelap: Perjanjian Darah Siap Guncang Bioskop Oktober 2026
Sekuel film horor Indonesia ini akan tayang serentak di seluruh bioskop mulai 8 Oktober 2026, menghadirkan ancaman kuno dan eksorsisme dalam skala lebih besar.
12 Oktober 2026
Berita Lainnya

Menteri Tenaga Kerja Jerman Mundur Usai Kematian Putri Tiri
Senin, 12 Oktober 2026, 23.06 WITA

Warga Protes Proyek Sungai Raksasa, Tanah Leluhur Tenggelam
Senin, 12 Oktober 2026, 23.06 WITA

Remaja 14 Tahun Tembak Kepala Sekolah di Prancis
Senin, 12 Oktober 2026, 23.06 WITA

Pemerintah Catat Keberhasilan Pemadaman Karhutla Lebih dari 80%
Senin, 12 Oktober 2026, 23.06 WITA

11 Tewas dalam Tabrakan Bus dan Truk di Turki Barat
Senin, 12 Oktober 2026, 23.05 WITA

Aset FTX Bangkit sebagai Pusat Data AI
Senin, 12 Oktober 2026, 23.05 WITA

Saham Grup Prajogo Anjlok, CUAN dan BREN Terpuruk Hampir 13%
Senin, 12 Oktober 2026, 23.05 WITA

Saham BIKE Tembus Batas ARA Usai Akuisisi 45% Tambang Batu Bara
Senin, 12 Oktober 2026, 23.05 WITA

