IHSG Merosot Tajam ke Level Terendah 3 Bulan
Indeks Harga Saham Gabungan anjlok 2,59% ke 5.975,78, menyentuh posisi terendah dalam tiga bulan terakhir akibat tekanan jual luas dan koreksi di seluruh sektor.
Redaksi iNarasikita·Senin, 12 Oktober 2026, 23.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Senin (12/10/2026) dengan penurunan signifikan, merosot 157,61 poin atau 2,59% ke level 5.975,78. Penurunan ini terjadi setelah indeks sempat menguat di awal sesi hingga menyentuh puncak harian di 6.128,72, namun kembali melemah dan bergerak dalam zona merah hingga akhir perdagangan. Pada penutupan, IHSG menyentuh level terendah dalam tiga bulan terakhir, yakni 5.917,51, menandai pelemahan berkelanjutan dalam tren bearish yang telah berlangsung selama 21 hari perdagangan terakhir.
Dalam periode tersebut, IHSG hanya mampu menguat dalam enam sesi, sementara 15 sesi lainnya berakhir di zona negatif. Dalam sepekan terakhir, indeks melemah 3%, turun 9,16% dalam sebulan, terkoreksi 16,29% dalam enam bulan terakhir, dan anjlok hingga 31,35% sejak awal tahun. Pelemahan ini dipicu oleh tekanan jual yang merata di seluruh sektor pasar modal, dengan sektor utilitas menjadi yang paling terdampak, anjlok hampir 10%. Sektor lainnya seperti energi, material dasar, dan industri juga mengalami koreksi tajam, masing-masing turun 5,80%, 3,87%, dan 2,53%.
Saham-saham utama turut menjadi pemicu penurunan indeks. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi pemberat utama, turun 15,72 poin ke level Rp965 per saham. Diikuti oleh PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang menyumbang penurunan 12,04 poin, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan kontribusi 9,11 poin, serta PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang turun 8,63 poin. Sementara itu, saham-saham penopang seperti PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) berhasil menunjukkan kekuatan dengan menguat, meski tidak mampu menahan tekanan keseluruhan pasar.
Arah pasar dipengaruhi oleh berbagai sentimen global, termasuk ketegangan geopolitik di Timur Tengah, di mana langkah AS yang dipertimbangkan membantu Arab Saudi menyerang kelompok Houthi di Yaman menimbulkan kekhawatiran meluasnya konflik. Di sisi lain, pasar menantikan rilis data ekonomi kunci seperti inflasi AS dan China, serta pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia di Bangkok, yang berlangsung 12–18 Oktober. Dalam konteks domestik, sentimen pasar relatif datar, namun peringatan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran dikhawatirkan memicu volatilitas politik yang berdampak pada kepercayaan investor.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Saham Grup Prajogo Anjlok, CUAN dan BREN Terpuruk Hampir 13%
Sejumlah emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu melemah tajam pada perdagangan Senin, dengan CUAN dan BREN turun hampir 13% di tengah tekanan pasar dan sentimen global.
12 Oktober 2026

Saham BIKE Tembus Batas ARA Usai Akuisisi 45% Tambang Batu Bara
Saham BIKE melonjak 24,77% ke level ARA Rp2.670 setelah resmi mengakuisisi 45% saham tambang batu bara di Kukar, dengan proyeksi pendapatan hingga US$84 juta per tahun.
12 Oktober 2026

Rupiah Melemah ke Rp17.895, Tekanan Global Meningkat
Rupiah berakhir melemah 0,11% ke Rp17.895 per dolar AS pada Senin (12/10/2026), dipengaruhi tekanan global dan kekhawatiran geopolitik.
12 Oktober 2026

Astra Perkuat Kendali di Astra Otoparts Lewat Tender Sukarela
Astra International menawarkan pembelian saham tambahan di Astra Otoparts dengan harga Rp3.600 per saham, meningkatkan kepemilikan hingga 84,947% tanpa mengganggu operasional dan menjaga free float minimal 15%.
12 Oktober 2026
Berita Lainnya

Menteri Tenaga Kerja Jerman Mundur Usai Kematian Putri Tiri
Senin, 12 Oktober 2026, 23.06 WITA

Warga Protes Proyek Sungai Raksasa, Tanah Leluhur Tenggelam
Senin, 12 Oktober 2026, 23.06 WITA

Remaja 14 Tahun Tembak Kepala Sekolah di Prancis
Senin, 12 Oktober 2026, 23.06 WITA

Pemerintah Catat Keberhasilan Pemadaman Karhutla Lebih dari 80%
Senin, 12 Oktober 2026, 23.06 WITA

Enam Stasiun Metro Ditutup Usai Aksi Protes Pemilu di Delhi
Senin, 12 Oktober 2026, 23.05 WITA

11 Tewas dalam Tabrakan Bus dan Truk di Turki Barat
Senin, 12 Oktober 2026, 23.05 WITA

Indonesia Perkuat Peran di PBB dari Dalam
Senin, 12 Oktober 2026, 23.05 WITA

Aset FTX Bangkit sebagai Pusat Data AI
Senin, 12 Oktober 2026, 23.05 WITA

