Pemerintah Catat Keberhasilan Pemadaman Karhutla Lebih dari 80%
Pemerintah melaporkan tingkat keberhasilan pemadaman kebakaran hutan dan lahan mencapai lebih dari 80%, meski masih terdapat 639 hektare lahan terbakar di enam provinsi.
Redaksi iNarasikita·Senin, 12 Oktober 2026, 23.06 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas untuk mengevaluasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah menyampaikan bahwa sebanyak 639 hektare lahan masih terbakar, tersebar di enam provinsi, dengan fokus utama pada Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan. Meskipun kondisi titik api masih tinggi dan menyebabkan kabut asap yang menyebar hingga ke wilayah tetangga seperti Singapura dan Malaysia, upaya penanggulangan dinilai efektif.
Pencapaian signifikan terlihat dari tingkat keberhasilan pemadaman yang mencapai lebih dari 80% dari luas lahan yang terbakar baru setiap hari. Angka ini didukung oleh keterlibatan lebih dari 60.177 personel gabungan yang dikerahkan secara darat. Operasi udara melalui water bombing terus dilakukan, sementara teknik Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) digunakan untuk mempercepat pertumbuhan awan hujan, seiring perkiraan awal musim hujan yang diperkirakan merata pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026.
Presiden menekankan perlunya peningkatan koordinasi dan optimalisasi sumber daya untuk mempercepat pemadaman serta mencegah perluasan area terbakar. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Koordinator Politik dan Keamanan, Dudung Abdurachman, menegaskan bahwa pemerintah belum memutuskan untuk menetapkan karhutla sebagai bencana nasional, menilai situasi masih dapat dikelola secara nasional. Ia juga menyatakan tidak ada pembahasan mengenai bantuan internasional dari negara lain dalam rapat tersebut.
Tantangan di lapangan tetap kompleks, termasuk akses wilayah yang terpencil, kehadiran satwa liar, serta keterbatasan mobilitas kendaraan dan alat berat. Karena ketebalan asap, operasi helikopter terhambat, sehingga fokus utama dilakukan melalui jalur darat. Selain penanganan darurat, Presiden juga meminta agar upaya pencegahan karhutla yang melibatkan pemerintah daerah diperkuat secara menyeluruh guna mencegah kejadian serupa di masa depan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Menteri Tenaga Kerja Jerman Mundur Usai Kematian Putri Tiri
Menteri Tenaga Kerja Jerman Baerbel Bas mengundurkan diri dari jabatan dan kepemimpinan partai setelah kehilangan putri tirinya, menyusul tekanan publik yang meningkat.
12 Oktober 2026

Anggaran Pemulihan Pertanian Aceh Masih Tertunda di Tataran Dinas
Realisasi anggaran pemulihan pertanian di Aceh baru mencapai 50–60 persen meski dana sudah cair, sementara Sumatra Utara dan Barat sudah menyerap 70–80 persen.
12 Oktober 2026

Gangguan Listrik di Batam, Menteri ESDM Segera Koordinasi dengan PLN
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia akan segera rapat dengan PLN untuk meninjau penyebab pemadaman massal di Batam yang terjadi pada Senin, 12 Oktober.
12 Oktober 2026

Pemerintah Rancang Mandatori Etanol Bertahap hingga E50
Pemerintah mempersiapkan penerapan mandatori etanol dalam BBM secara bertahap hingga mencapai E50, dengan fokus pada kesiapan industri dan pemanfaatan bahan baku lokal untuk kurangi ketergantungan impor.
12 Oktober 2026
Berita Lainnya

Warga Protes Proyek Sungai Raksasa, Tanah Leluhur Tenggelam
Senin, 12 Oktober 2026, 23.06 WITA

Remaja 14 Tahun Tembak Kepala Sekolah di Prancis
Senin, 12 Oktober 2026, 23.06 WITA

Enam Stasiun Metro Ditutup Usai Aksi Protes Pemilu di Delhi
Senin, 12 Oktober 2026, 23.05 WITA

11 Tewas dalam Tabrakan Bus dan Truk di Turki Barat
Senin, 12 Oktober 2026, 23.05 WITA

Indonesia Perkuat Peran di PBB dari Dalam
Senin, 12 Oktober 2026, 23.05 WITA

Aset FTX Bangkit sebagai Pusat Data AI
Senin, 12 Oktober 2026, 23.05 WITA

Saham Grup Prajogo Anjlok, CUAN dan BREN Terpuruk Hampir 13%
Senin, 12 Oktober 2026, 23.05 WITA

Saham BIKE Tembus Batas ARA Usai Akuisisi 45% Tambang Batu Bara
Senin, 12 Oktober 2026, 23.05 WITA

