Senin, 12 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Remaja 14 Tahun Tembak Kepala Sekolah di Prancis

Seorang remaja berusia 14 tahun ditangkap setelah menembak kepala sekolah dan guru di SMP di Aubagne, Prancis, dengan senapan berburu, tetapi korban tidak kritis.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 12 Oktober 2026, 23.06 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Remaja 14 Tahun Tembak Kepala Sekolah di Prancis📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Seorang remaja berusia 14 tahun telah diamankan oleh kepolisian Prancis setelah melakukan penembakan di dalam lingkungan sekolah menengah pertama di Aubagne, kota kecil di dekat Marseille. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 12 Oktober 2026, dan melibatkan senapan berburu yang digunakan secara langsung terhadap dua korban, yakni kepala sekolah dan seorang guru. Satu orang lainnya mengalami luka ringan akibat tembakan yang hanya mengenai tubuh secara mengenai.

Korban utama, termasuk kepala sekolah dan guru, dinyatakan tidak dalam kondisi kritis setelah mendapatkan perawatan medis. Kepolisian setempat menyebut bahwa sejumlah staf sekolah berhasil mengekang pelaku sebelum tim keamanan tiba di lokasi kejadian. Penangkapan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi, menunjukkan respons instan dari petugas sekolah terhadap ancaman kekerasan yang muncul secara mendadak.

Menteri Pendidikan Prancis, Edouard Geffray, mengonfirmasi identitas pelaku sebagai siswa dari SMP Joseph-Lakanal. Dalam pernyataannya di media sosial, ia menekankan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kekerasan yang tidak dapat diterima dan menjadi indikasi meningkatnya tren kekerasan sosial yang sulit dikendalikan. Ia menyeru seluruh elemen masyarakat untuk bersatu menghadapi ancaman ini secara kolektif.

Kantor Kejaksaan Marseille mengonfirmasi penangkapan tersangka, meskipun belum mengungkapkan detail lebih lanjut terkait motif atau proses penyelidikan. Sementara itu, kantor Perdana Menteri Prancis melaporkan bahwa menteri dalam negeri dan menteri pendidikan telah berangkat menuju lokasi kejadian untuk memantau situasi. Pihak kepolisian juga menegaskan bahwa tidak ada kaitan antara insiden ini dengan aksi protes pelajar SMA yang sempat mengguncang wilayah Prancis dalam beberapa pekan terakhir.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya