Anggaran Pemulihan Pertanian Aceh Masih Tertunda di Tataran Dinas
Realisasi anggaran pemulihan pertanian di Aceh baru mencapai 50–60 persen meski dana sudah cair, sementara Sumatra Utara dan Barat sudah menyerap 70–80 persen.
Redaksi iNarasikita·Senin, 12 Oktober 2026, 23.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah pusat mencatat belum optimalnya penyerapan anggaran pemulihan sektor pertanian di Aceh, dengan realisasi masih berada di kisaran 50–60 persen dari total dana hampir Rp900 miliar yang dialokasikan untuk wilayah terdampak bencana di Sumatra. Dana tersebut berasal dari refocusing Kementerian Pertanian dan telah disalurkan ke dinas pertanian daerah, namun proses penyaluran di tingkat kabupaten dan kota di Aceh mengalami hambatan, menyebabkan program perbaikan sawah dan kebun tertunda.
Dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah di Jakarta, Menteri Dalam Negeri menyampaikan bahwa di Sumatra Utara dan Sumatra Barat, tingkat realisasi anggaran jauh lebih tinggi, mencapai 70–80 persen, menunjukkan perbedaan signifikan dalam efektivitas penyaluran di tingkat daerah. Ia menyoroti bahwa masyarakat yang terdampak telah mengajukan permohonan perbaikan, tetapi kendala birokrasi di dinas pertanian Aceh menjadi penghambat utama.
Untuk mempercepat penyerapan, pemerintah pusat telah melakukan koordinasi rutin melalui rapat daring mingguan dan mengirimkan tim pendamping ke Aceh. Langkah ini diambil sebagai respons atas adanya penundaan yang berdampak langsung pada pemulihan lahan pertanian dan ketahanan pangan di daerah. Kepala daerah diminta meningkatkan kinerja administrasi agar dana yang sudah cair dapat segera digunakan sesuai tujuan.
Dalam upaya peningkatan efisiensi, pemerintah juga mengambil alih perbaikan sarana penyuluh pertanian yang rusak, termasuk kantor dan fasilitas pendukung. Sebanyak 2.600–2.700 unit fasilitas rusak diperkirakan perlu diperbaiki, dengan target perbaikan berat selesai dalam dua bulan dan penyelesaian menyeluruh ditargetkan hingga tahun depan. PPL kini ditarik ke bawah koordinasi pusat untuk memastikan pelaksanaan program pusat berjalan cepat dan terkendali.
Menteri Pertanian menegaskan bahwa keberhasilan program pemulihan tidak hanya tergantung pada anggaran, tetapi juga pada kualitas implementasi. Ia menyebut PPL sebagai ujung tombak pelaksanaan kebijakan, sehingga perlunya dukungan fasilitas dan regulasi yang mendukung mobilitas dan kinerja lapangan. Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan kolaborasi dengan kejaksaan dan kepolisian untuk menangani dugaan praktik manipulasi harga yang dapat memicu inflasi pangan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Menteri Tenaga Kerja Jerman Mundur Usai Kematian Putri Tiri
Menteri Tenaga Kerja Jerman Baerbel Bas mengundurkan diri dari jabatan dan kepemimpinan partai setelah kehilangan putri tirinya, menyusul tekanan publik yang meningkat.
12 Oktober 2026

Pemerintah Catat Keberhasilan Pemadaman Karhutla Lebih dari 80%
Pemerintah melaporkan tingkat keberhasilan pemadaman kebakaran hutan dan lahan mencapai lebih dari 80%, meski masih terdapat 639 hektare lahan terbakar di enam provinsi.
12 Oktober 2026

Gangguan Listrik di Batam, Menteri ESDM Segera Koordinasi dengan PLN
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia akan segera rapat dengan PLN untuk meninjau penyebab pemadaman massal di Batam yang terjadi pada Senin, 12 Oktober.
12 Oktober 2026

Pemerintah Rancang Mandatori Etanol Bertahap hingga E50
Pemerintah mempersiapkan penerapan mandatori etanol dalam BBM secara bertahap hingga mencapai E50, dengan fokus pada kesiapan industri dan pemanfaatan bahan baku lokal untuk kurangi ketergantungan impor.
12 Oktober 2026
Berita Lainnya

Warga Protes Proyek Sungai Raksasa, Tanah Leluhur Tenggelam
Senin, 12 Oktober 2026, 23.06 WITA

Remaja 14 Tahun Tembak Kepala Sekolah di Prancis
Senin, 12 Oktober 2026, 23.06 WITA

Enam Stasiun Metro Ditutup Usai Aksi Protes Pemilu di Delhi
Senin, 12 Oktober 2026, 23.05 WITA

11 Tewas dalam Tabrakan Bus dan Truk di Turki Barat
Senin, 12 Oktober 2026, 23.05 WITA

Indonesia Perkuat Peran di PBB dari Dalam
Senin, 12 Oktober 2026, 23.05 WITA

Aset FTX Bangkit sebagai Pusat Data AI
Senin, 12 Oktober 2026, 23.05 WITA

Saham Grup Prajogo Anjlok, CUAN dan BREN Terpuruk Hampir 13%
Senin, 12 Oktober 2026, 23.05 WITA

Saham BIKE Tembus Batas ARA Usai Akuisisi 45% Tambang Batu Bara
Senin, 12 Oktober 2026, 23.05 WITA

