PGEO Tuntaskan 5 Proyek Pengeboran Panas Bumi di 2026
PT Pertamina Geothermal Energy menyelesaikan pengeboran lima sumur di tiga wilayah, termasuk eksplorasi dan penopang produksi, sebagai bagian dari pengembangan energi berkelanjutan.
Redaksi iNarasikita·Senin, 12 Oktober 2026, 23.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) telah menyelesaikan pengeboran lima sumur panas bumi di berbagai wilayah operasional sepanjang tahun 2026. Kegiatan ini meliputi pengeboran eksplorasi dan pembuatan sumur penopang produksi (make-up well), yang menjadi bagian dari strategi pengembangan sumber daya panas bumi secara berkelanjutan. Proses pengeboran dilakukan di tiga lokasi utama, yaitu Gunung Tiga, Lumut Balai, dan Ulubelu, dengan target kapasitas dan kedalaman yang telah ditentukan secara teknis.
Sumur GTG-B.1 di Gunung Tiga telah selesai dibor pada 9 Juni 2026, menandai pencapaian penting dalam eksplorasi wilayah tersebut. Di Lumut Balai, sumur LMB 19-3 telah rampung pada 3 September, sementara sumur LMB-19.4 mulai dibor pada 17 September dengan target kedalaman 2.500 meter untuk mendukung pengembangan Unit 3 berkapasitas 55 megawatt. Sementara itu, di Ulubelu, Lampung, pengeboran sumur UBL-T.1 dimulai pada tanggal yang sama, dan di Lahendong, Sulawesi Utara, sumur TPS-P1.2 di Tompaso mulai dibor pada 22 September dengan target kedalaman 2.300 meter dan potensi 8 megawatt.
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGEO, Edwil Suzandi, menegaskan bahwa pengeboran eksplorasi dan make-up well merupakan upaya strategis untuk memperluas potensi energi panas bumi serta menjaga keandalan operasional pembangkit yang telah berjalan. Melalui pendekatan manajemen reservoir dan pengeboran, perusahaan berupaya memastikan ketersediaan uap secara stabil, sekaligus membuka peluang pengembangan aset baru. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Reservoir & Drilling Management yang dirancang untuk optimalisasi sumber daya secara berkelanjutan.
Pengembangan ini turut mendukung komitmen PGEO dalam mendukung transformasi energi nasional dengan memperbesar kontribusi energi terbarukan. Meski demikian, di pasar modal, saham PGEO mengalami penurunan 1,01% ke level Rp980 per saham pada pukul 15.29 WIB, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp41,32 triliun.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Warga Protes Proyek Sungai Raksasa, Tanah Leluhur Tenggelam
Ratusan warga suku di Madhya Pradesh menolak proyek penghubung sungai senilai US$87 miliar yang mengancam desa dan lahan pertanian leluhur mereka.
12 Oktober 2026

Peningkatan Dermaga Tanjung Uban Dorong Pertumbuhan Ekonomi Bintan
Proyek pengembangan dermaga Tanjung Uban ditargetkan selesai November 2026 dan diharapkan tingkatkan mobilitas serta pendapatan daerah secara signifikan.
12 Oktober 2026

Optimalisasi SDA Jadi Fondasi Ketahanan Ekonomi dan Lingkungan
Menteri Koordinator Infrastruktur dorong pengelolaan terintegrasi sumber daya air untuk mendukung ketahanan pangan, energi, dan ekonomi berkelanjutan.
12 Oktober 2026

Jepang Resmikan Jalur Hiking 350 Km Melingkar di Ibaraki
Jepang meluncurkan jalur hiking panjang 350 kilometer di Prefektur Ibaraki yang menghubungkan enam wilayah dan memperkuat daya tarik wisata alam serta budaya lokal.
12 Oktober 2026
Berita Lainnya

Menteri Tenaga Kerja Jerman Mundur Usai Kematian Putri Tiri
Senin, 12 Oktober 2026, 23.06 WITA

Remaja 14 Tahun Tembak Kepala Sekolah di Prancis
Senin, 12 Oktober 2026, 23.06 WITA

Pemerintah Catat Keberhasilan Pemadaman Karhutla Lebih dari 80%
Senin, 12 Oktober 2026, 23.06 WITA

Enam Stasiun Metro Ditutup Usai Aksi Protes Pemilu di Delhi
Senin, 12 Oktober 2026, 23.05 WITA

11 Tewas dalam Tabrakan Bus dan Truk di Turki Barat
Senin, 12 Oktober 2026, 23.05 WITA

Indonesia Perkuat Peran di PBB dari Dalam
Senin, 12 Oktober 2026, 23.05 WITA

Aset FTX Bangkit sebagai Pusat Data AI
Senin, 12 Oktober 2026, 23.05 WITA

Saham Grup Prajogo Anjlok, CUAN dan BREN Terpuruk Hampir 13%
Senin, 12 Oktober 2026, 23.05 WITA

