Senin, 12 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Optimalisasi SDA Jadi Fondasi Ketahanan Ekonomi dan Lingkungan

Menteri Koordinator Infrastruktur dorong pengelolaan terintegrasi sumber daya air untuk mendukung ketahanan pangan, energi, dan ekonomi berkelanjutan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 12 Oktober 2026, 17.57 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Optimalisasi SDA Jadi Fondasi Ketahanan Ekonomi dan Lingkungan📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah terus memperkuat kerangka strategi pengelolaan sumber daya air dengan fokus pada optimalisasi infrastruktur yang sudah ada, seperti bendungan, embung, dan reservoir. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan menegaskan bahwa air bukan sekadar kebutuhan dasar rumah tangga, tetapi juga penopang utama pertanian, peternakan, industri, dan sektor ekonomi digital. Ia menyoroti pentingnya memastikan akses air bersih secara merata dan berkelanjutan sebagai bagian dari ketahanan nasional.

Pengelolaan air, menurutnya, harus dilakukan secara holistik dan berbasis pada prinsip keberlanjutan. Ini mencakup perbaikan kualitas daerah aliran sungai, peningkatan sistem irigasi, penyediaan air baku, sanitasi, serta mitigasi bencana seperti banjir dan abrasi pesisir. Pendekatan ini harus menyertai pembangunan kota dan infrastruktur yang tangguh terhadap perubahan iklim. Ia menekankan bahwa persoalan air tidak bisa diatasi dengan solusi sektoral, melainkan membutuhkan pendekatan lintas sektor.

Tantangan seperti pencemaran sungai, sedimentasi, penurunan muka tanah, dan kenaikan permukaan laut saling terkait dan membutuhkan respons terkoordinasi. Karena itu, ia mendorong kolaborasi kuat antara pemerintah, sektor swasta, lembaga pembiayaan, akademisi, masyarakat, dan mitra pembangunan. Tujuannya adalah mengubah kebutuhan ketahanan air menjadi investasi nyata yang berdampak ekonomi dan lingkungan.

Dalam konteks ekonomi digital, kebutuhan air untuk data center juga harus dipertimbangkan dalam perencanaan infrastruktur. Ia menegaskan bahwa pengembangan peta jalan atau roadmap ke depan harus memasukkan aspek ini agar pertumbuhan industri tidak mengorbankan keberlanjutan sumber daya air. Dengan demikian, ketahanan air menjadi fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Komitmen ini, kata dia, sejalan dengan ancaman global terhadap ketersediaan air bersih yang dapat menjadi pemicu konflik di masa depan. Maka dari itu, penggunaan air harus efisien, tidak terbuang, dan bebas dari pencemaran. Dengan pengelolaan yang terintegrasi, Indonesia diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya