Optimalisasi SDA Jadi Fondasi Ketahanan Ekonomi dan Lingkungan
Menteri Koordinator Infrastruktur dorong pengelolaan terintegrasi sumber daya air untuk mendukung ketahanan pangan, energi, dan ekonomi berkelanjutan.
Redaksi iNarasikita·Senin, 12 Oktober 2026, 17.57 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Pemerintah terus memperkuat kerangka strategi pengelolaan sumber daya air dengan fokus pada optimalisasi infrastruktur yang sudah ada, seperti bendungan, embung, dan reservoir. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan menegaskan bahwa air bukan sekadar kebutuhan dasar rumah tangga, tetapi juga penopang utama pertanian, peternakan, industri, dan sektor ekonomi digital. Ia menyoroti pentingnya memastikan akses air bersih secara merata dan berkelanjutan sebagai bagian dari ketahanan nasional.
Pengelolaan air, menurutnya, harus dilakukan secara holistik dan berbasis pada prinsip keberlanjutan. Ini mencakup perbaikan kualitas daerah aliran sungai, peningkatan sistem irigasi, penyediaan air baku, sanitasi, serta mitigasi bencana seperti banjir dan abrasi pesisir. Pendekatan ini harus menyertai pembangunan kota dan infrastruktur yang tangguh terhadap perubahan iklim. Ia menekankan bahwa persoalan air tidak bisa diatasi dengan solusi sektoral, melainkan membutuhkan pendekatan lintas sektor.
Tantangan seperti pencemaran sungai, sedimentasi, penurunan muka tanah, dan kenaikan permukaan laut saling terkait dan membutuhkan respons terkoordinasi. Karena itu, ia mendorong kolaborasi kuat antara pemerintah, sektor swasta, lembaga pembiayaan, akademisi, masyarakat, dan mitra pembangunan. Tujuannya adalah mengubah kebutuhan ketahanan air menjadi investasi nyata yang berdampak ekonomi dan lingkungan.
Dalam konteks ekonomi digital, kebutuhan air untuk data center juga harus dipertimbangkan dalam perencanaan infrastruktur. Ia menegaskan bahwa pengembangan peta jalan atau roadmap ke depan harus memasukkan aspek ini agar pertumbuhan industri tidak mengorbankan keberlanjutan sumber daya air. Dengan demikian, ketahanan air menjadi fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Komitmen ini, kata dia, sejalan dengan ancaman global terhadap ketersediaan air bersih yang dapat menjadi pemicu konflik di masa depan. Maka dari itu, penggunaan air harus efisien, tidak terbuang, dan bebas dari pencemaran. Dengan pengelolaan yang terintegrasi, Indonesia diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Peningkatan Dermaga Tanjung Uban Dorong Pertumbuhan Ekonomi Bintan
Proyek pengembangan dermaga Tanjung Uban ditargetkan selesai November 2026 dan diharapkan tingkatkan mobilitas serta pendapatan daerah secara signifikan.
12 Oktober 2026

Jepang Resmikan Jalur Hiking 350 Km Melingkar di Ibaraki
Jepang meluncurkan jalur hiking panjang 350 kilometer di Prefektur Ibaraki yang menghubungkan enam wilayah dan memperkuat daya tarik wisata alam serta budaya lokal.
12 Oktober 2026

Reza Rahadian Rilis Proyek Film Baru, Ceritakan Kisah Neneknya yang Hidup dalam Pengasingan
Film Casparina karya Reza Rahadian mengangkat kisah nyata neneknya yang terasing selama 34 tahun akibat peristiwa politik 1965, dengan fokus pada trauma keluarga dan kehilangan sebagai akibat dari pilihan hidup di bawah tekanan rezim.
12 Oktober 2026

James Gunn Pertahankan Proyek Film Clayface
James Gunn menegaskan bahwa pembuatan film Clayface bukan hasil pemungutan suara, melainkan hasil kreativitas kreator yang berani mengeksplorasi karakter niche dengan narasi mendalam.
12 Oktober 2026
Berita Lainnya

Trump Lantik Komentator Konservatif Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih
Senin, 12 Oktober 2026, 18.00 WITA

Polisi Periksa Modus Rukiah dalam Kasus Pelecehan Santriwati
Senin, 12 Oktober 2026, 17.58 WITA

Chongqing Dorong Transformasi Ekonomi Lewat Konsumsi Global
Senin, 12 Oktober 2026, 17.57 WITA

KPK Perdalam Peran Mantan Kepala KPP Banjarmasin dalam Kasus Restitusi Pajak
Senin, 12 Oktober 2026, 17.56 WITA

Penyelesaian Damai Kasus Intip di Toilet Mall Bekasi
Senin, 12 Oktober 2026, 17.56 WITA

IHSG Melemah 2,59% Akibat Tekanan Global dan Kekhawatiran Pasar
Senin, 12 Oktober 2026, 17.55 WITA

Luka Tak Buktikan Pelaku, Nyumarno Minta Hakim Objektif
Senin, 12 Oktober 2026, 17.55 WITA

Norris Minta Maaf Usai Senggolan dengan Piastri di Singapura
Senin, 12 Oktober 2026, 17.55 WITA

