Senin, 12 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Reza Rahadian Rilis Proyek Film Baru, Ceritakan Kisah Neneknya yang Hidup dalam Pengasingan

Film Casparina karya Reza Rahadian mengangkat kisah nyata neneknya yang terasing selama 34 tahun akibat peristiwa politik 1965, dengan fokus pada trauma keluarga dan kehilangan sebagai akibat dari pilihan hidup di bawah tekanan rezim.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 12 Oktober 2026, 15.22 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Reza Rahadian Rilis Proyek Film Baru, Ceritakan Kisah Neneknya yang Hidup dalam Pengasingan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Reza Rahadian kini mempersiapkan film panjang keduanya, Casparina, yang mengambil inspirasi dari perjalanan hidup sang nenek, Francisca Casparina Fanggidaej. Proyek ini menjadi kelanjutan dari kesuksesan film pertamanya, On Your Lap, yang meraih pengakuan internasional di Busan 2025. Dalam film terbarunya, Reza menyajikan narasi mendalam yang dibangun atas pengalaman pribadi, mengeksplorasi dinamika emosional seorang ibu yang terpaksa meninggalkan anak-anaknya akibat peristiwa politik kritis tahun 1965.

Casparina secara resmi diperkenalkan dalam ajang Asian Project Market, bagian dari Busan International Film Festival 2026. Saat ini, film masih dalam tahap penulisan naskah, dengan tim produksi membuka ruang kolaborasi internasional, pendanaan, dan kemitraan strategis untuk mendukung proses produksi. Kisah yang dibangun berpusat pada tokoh fiksi bernama Rina, seorang jurnalis yang kehilangan kewarganegaraan secara tiba-tiba saat berada di Beijing, lalu hidup dalam pengasingan selama 34 tahun di China dan Belanda.

Ketika surat dari tanah air tiba, mengabarkan perubahan rezim dan terbukanya pintu kembalinya, Rina memutuskan untuk kembali ke Indonesia demi menyusul anak-anaknya, Andi dan Lila, yang telah tumbuh dewasa tanpa sosok ibu di samping mereka. Reza menekankan bahwa film ini bukan sekadar kisah perpisahan, melainkan refleksi atas beban psikologis dan sosial yang dialami anak-anak yang harus menyembunyikan identitas ibu mereka demi keselamatan.

Dengan menyoroti konsekuensi jangka panjang dari peristiwa politik, Casparina dirancang sebagai cermin reflektif atas trauma sejarah yang memecah belah keluarga. Produser Arya Ibrahim dan Gita Fara menyatakan bahwa sosok Casparina merupakan simbol korban zaman, di mana kebebasan individu berbenturan dengan kekuasaan negara. Tujuan utama film ini adalah membangkitkan empati dan kesadaran publik terhadap dampak mendalam dari keputusan politik yang menghancurkan kehidupan pribadi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya