Mendagri dan Mentan Perkuat Sinergi Swasembada Pangan Melalui BPP
Kementerian Dalam Negeri dan Pertanian sinergi melalui Surat Edaran Bersama untuk optimalisasi BPP guna mendukung swasembada pangan nasional.
Redaksi iNarasikita·Senin, 12 Oktober 2026, 15.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional, yang menjadi prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo. Ia menyoroti peran krusial penyuluh pertanian sebagai ujung tombak pelaksanaan program di lapangan, kini secara resmi berada di bawah koordinasi Kementerian Pertanian berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2025. Dalam penandatanganan Surat Edaran Bersama di Jakarta, Tito menyampaikan bahwa keberhasilan program tidak lepas dari ketersediaan tenaga lapangan yang terlatih dan terdistribusi secara merata.
Penyuluh pertanian, yang kini berada di bawah naungan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) di tingkat kecamatan, menjadi pusat aktivitas pendampingan petani. Mendagri mengimbau seluruh kepala daerah untuk mengalokasikan anggaran dari APBD, TKD, atau mekanisme lainnya guna menunjang operasional BPP. Ia menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mendukung penuh kinerja kementerian yang membidangi pertanian, termasuk perbaikan infrastruktur BPP yang rusak.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa hingga 9 Oktober 2026, terdapat 37.237 penyuluh pertanian tersebar di seluruh wilayah Indonesia, yang melayani masyarakat melalui 5.836 unit BPP. Ia menegaskan bahwa anggaran tahun ini akan dialihfungsikan (refocusing) untuk memperbaiki BPP yang rusak berat, dengan target penyelesaian dalam dua bulan untuk bangunan yang parah, dan seluruh perbaikan selesai dalam satu tahun ke depan. BPP, menurutnya, bukan sekadar gedung, melainkan pusat aktivitas pendampingan yang menopang keberlanjutan program.
Dalam kesempatan yang sama, Mentan mengapresiasi langkah strategis Mendagri dalam menjaga stabilitas harga pangan di berbagai daerah sejak menjabat. Ia menyebut Tito sebagai tokoh penting dalam menekan inflasi pangan, yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Apresiasi itu disampaikan secara langsung, menunjukkan kemitraan erat antara dua kementerian dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat terkait, termasuk Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Deputi Badan Pangan Nasional Andriko Noto Susanto, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, serta perwakilan instansi terkait lainnya, yang turut menunjukkan komitmen kolektif dalam menyukseskan program nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Data Kuat Menunjukkan Daya Beli Masyarakat Tetap Kokoh
Rapat koordinasi Kemenko Perekonomian dan BPS mengungkap pertumbuhan ekonomi daerah dan daya beli masyarakat yang tetap kuat meski terjadi pergeseran pola konsumsi.
12 Oktober 2026

Pemerintah Perjelas Peran BRAN untuk Hindari Tumpang Tindih Kewenangan
Pemerintah terus menyempurnakan struktur dan tugas Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN) agar berjalan sinergis dengan Kementerian ATR/BPN tanpa tumpang tindih.
12 Oktober 2026

Arrmanatha Nasir Resmi Jabat Menteri Luar Negeri RI
Arrmanatha Nasir secara resmi menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Republik Indonesia setelah serah terima jabatan dari Sugiono di kantor Kementerian Luar Negeri Jakarta.
12 Oktober 2026

Pemerintah Imbau Jemaah Umrah Hindari Area Berisiko di Saudi
Kemenhaj minta jemaah umrah dan WNI di Arab Saudi waspada, hindari lokasi rawan pasca-serangan di Bandara King Khalid yang menewaskan 12 orang.
12 Oktober 2026
Berita Lainnya

IHSG Terkoreksi 1% di Awal Sesi, Tekanan Global Picu Pelemahan
Senin, 12 Oktober 2026, 15.27 WITA

IHSG Melemah 1% Akibat Tekanan Sektor Utama
Senin, 12 Oktober 2026, 15.27 WITA

MedcoEnergi Perkuat Posisi di Kutai dengan Akuisisi 10% Aset Gas Eni
Senin, 12 Oktober 2026, 15.27 WITA

IHSG Terpuruk 2% di Sesi I Akibat Tekanan Jual Luas
Senin, 12 Oktober 2026, 15.27 WITA

ASII Perkuat Kendali di AUTO Lewat Tender Sukarela
Senin, 12 Oktober 2026, 15.26 WITA

China Perkuat Cadangan Emas, Dorong Stabilitas Ekonomi Global
Senin, 12 Oktober 2026, 15.26 WITA

IHSG Terkoreksi 2% di Sesi I, Tekanan Global dan MSCI Jadi Pemicu
Senin, 12 Oktober 2026, 15.26 WITA

IHSG Terpuruk 2%, Asing Gandeng 10 Saham Ini
Senin, 12 Oktober 2026, 15.26 WITA

