Pemerintah Perjelas Peran BRAN untuk Hindari Tumpang Tindih Kewenangan
Pemerintah terus menyempurnakan struktur dan tugas Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN) agar berjalan sinergis dengan Kementerian ATR/BPN tanpa tumpang tindih.
Redaksi iNarasikita·Senin, 12 Oktober 2026, 15.25 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah kini tengah mematangkan struktur kelembagaan Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN) sebagai implementasi dari Undang-Undang Pengaturan Reforma Agraria. Rapat koordinasi terkait pembentukan dan penataan fungsi BRAN digelar di lingkungan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), dengan partisipasi aktif dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya menyelaraskan peran antarlembaga dalam menjalankan reforma agraria secara efektif dan terkoordinasi.
Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan menegaskan bahwa fokus utama rapat adalah menyusun pembagian tugas dan koordinasi antara BRAN dengan lembaga terkait. Ia menyebut bahwa tujuan utamanya adalah mencegah tumpang tindih kewenangan, memperjelas jalur pelaksanaan, serta memperkuat kinerja program reforma agraria secara keseluruhan. Menurutnya, kejelasan peran masing-masing institusi menjadi fondasi penting agar setiap langkah kebijakan berjalan sesuai arahan hukum dan tujuan nasional.
BRAN, sebagai lembaga baru, memiliki kewenangan strategis dalam mengurai kebuntuan hukum yang muncul dalam penyelesaian konflik agraria. Tugasnya mencakup perencanaan strategis, penyusunan peta jalan reforma, penetapan lokasi prioritas, serta verifikasi terhadap objek dan subjek yang terlibat dalam konflik. Semua ini dilakukan berdasarkan mandat hukum yang diatur dalam UU Pengaturan Reforma Agraria.
Rapat dipimpin langsung oleh Menteri PANRB Rini Widyantini, yang membuka pembahasan dengan fokus pada sumber daya manusia, tugas pokok dan fungsi, serta tujuan jangka panjang BRAN. Kepala BRAN, Dedi Prasetyo, turut hadir dalam rapat tersebut, menunjukkan komitmen tinggi dari lembaga baru dalam menjalankan mandatnya. Dengan penyempurnaan struktur dan tata kelola, pemerintah berharap koordinasi antarlembaga berjalan lebih terarah dan responsif terhadap tantangan agraria yang kompleks.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Data Kuat Menunjukkan Daya Beli Masyarakat Tetap Kokoh
Rapat koordinasi Kemenko Perekonomian dan BPS mengungkap pertumbuhan ekonomi daerah dan daya beli masyarakat yang tetap kuat meski terjadi pergeseran pola konsumsi.
12 Oktober 2026

Mendagri dan Mentan Perkuat Sinergi Swasembada Pangan Melalui BPP
Kementerian Dalam Negeri dan Pertanian sinergi melalui Surat Edaran Bersama untuk optimalisasi BPP guna mendukung swasembada pangan nasional.
12 Oktober 2026

Arrmanatha Nasir Resmi Jabat Menteri Luar Negeri RI
Arrmanatha Nasir secara resmi menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Republik Indonesia setelah serah terima jabatan dari Sugiono di kantor Kementerian Luar Negeri Jakarta.
12 Oktober 2026

Pemerintah Imbau Jemaah Umrah Hindari Area Berisiko di Saudi
Kemenhaj minta jemaah umrah dan WNI di Arab Saudi waspada, hindari lokasi rawan pasca-serangan di Bandara King Khalid yang menewaskan 12 orang.
12 Oktober 2026
Berita Lainnya

IHSG Terkoreksi 1% di Awal Sesi, Tekanan Global Picu Pelemahan
Senin, 12 Oktober 2026, 15.27 WITA

IHSG Melemah 1% Akibat Tekanan Sektor Utama
Senin, 12 Oktober 2026, 15.27 WITA

MedcoEnergi Perkuat Posisi di Kutai dengan Akuisisi 10% Aset Gas Eni
Senin, 12 Oktober 2026, 15.27 WITA

IHSG Terpuruk 2% di Sesi I Akibat Tekanan Jual Luas
Senin, 12 Oktober 2026, 15.27 WITA

ASII Perkuat Kendali di AUTO Lewat Tender Sukarela
Senin, 12 Oktober 2026, 15.26 WITA

China Perkuat Cadangan Emas, Dorong Stabilitas Ekonomi Global
Senin, 12 Oktober 2026, 15.26 WITA

IHSG Terkoreksi 2% di Sesi I, Tekanan Global dan MSCI Jadi Pemicu
Senin, 12 Oktober 2026, 15.26 WITA

IHSG Terpuruk 2%, Asing Gandeng 10 Saham Ini
Senin, 12 Oktober 2026, 15.26 WITA

