Data Kuat Menunjukkan Daya Beli Masyarakat Tetap Kokoh
Rapat koordinasi Kemenko Perekonomian dan BPS mengungkap pertumbuhan ekonomi daerah dan daya beli masyarakat yang tetap kuat meski terjadi pergeseran pola konsumsi.
Redaksi iNarasikita·Senin, 12 Oktober 2026, 15.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian Koordinator Perekonomian bersama Badan Pusat Statistik (BPS) menggelar pertemuan strategis di Jakarta untuk memperkuat basis data dalam pengambilan kebijakan ekonomi. Dalam pertemuan tersebut, Wakil Menteri Koordinator Perekonomian Dradjad Wibowo dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti membahas secara mendalam indikator ekonomi makro dan mikro, termasuk pertumbuhan ekonomi daerah dan dinamika konsumsi masyarakat. Fokus utama rapat adalah memastikan kebijakan pemerintah didukung oleh data yang akurat dan terkini, serta memperbaiki koordinasi antarlembaga dalam pengumpulan data.
Dradjad menegaskan bahwa hasil rapat menunjukkan bahwa daya beli masyarakat tidak melemah, melainkan mengalami transformasi signifikan. Ia menyebut bahwa data dari BPS menunjukkan kenaikan dalam sektor transportasi dan pariwisata, yang mencerminkan aktivitas konsumsi yang masih tinggi. Selain itu, tren konsumsi yang berpindah dari model konvensional ke digital turut menjadi indikator utama, terbukti dari lonjakan transaksi melalui QRIS yang mencapai lebih dari 100 persen secara tahunan.
Peningkatan transaksi digital juga tercermin dari lonjakan belanja online, yang menunjukkan adaptasi cepat masyarakat terhadap perubahan teknologi dan preferensi belanja. Dradjad menekankan bahwa pergeseran ini bukan tanda melemahnya daya beli, melainkan pergeseran pola konsumsi yang sejalan dengan perkembangan ekosistem digital. Pemerintah, menurutnya, harus menyelaraskan kebijakan agar mampu mendukung transformasi ini tanpa mengabaikan inklusivitas ekonomi.
Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa rapat tersebut menjadi forum untuk mengkaji data statistik secara mendalam, termasuk pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), inflasi, serta neraca perdagangan. Ia menyebut bahwa sebanyak 99 kabupaten dan kota telah mencatat pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional, menandakan keberlanjutan pertumbuhan di tingkat daerah. Dengan data yang diperkuat, pemerintah siap memperkuat kebijakan berbasis bukti empiris di masa depan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Mendagri dan Mentan Perkuat Sinergi Swasembada Pangan Melalui BPP
Kementerian Dalam Negeri dan Pertanian sinergi melalui Surat Edaran Bersama untuk optimalisasi BPP guna mendukung swasembada pangan nasional.
12 Oktober 2026

Pemerintah Perjelas Peran BRAN untuk Hindari Tumpang Tindih Kewenangan
Pemerintah terus menyempurnakan struktur dan tugas Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN) agar berjalan sinergis dengan Kementerian ATR/BPN tanpa tumpang tindih.
12 Oktober 2026

Arrmanatha Nasir Resmi Jabat Menteri Luar Negeri RI
Arrmanatha Nasir secara resmi menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Republik Indonesia setelah serah terima jabatan dari Sugiono di kantor Kementerian Luar Negeri Jakarta.
12 Oktober 2026

Pemerintah Imbau Jemaah Umrah Hindari Area Berisiko di Saudi
Kemenhaj minta jemaah umrah dan WNI di Arab Saudi waspada, hindari lokasi rawan pasca-serangan di Bandara King Khalid yang menewaskan 12 orang.
12 Oktober 2026
Berita Lainnya

IHSG Terkoreksi 1% di Awal Sesi, Tekanan Global Picu Pelemahan
Senin, 12 Oktober 2026, 15.27 WITA

IHSG Melemah 1% Akibat Tekanan Sektor Utama
Senin, 12 Oktober 2026, 15.27 WITA

MedcoEnergi Perkuat Posisi di Kutai dengan Akuisisi 10% Aset Gas Eni
Senin, 12 Oktober 2026, 15.27 WITA

IHSG Terpuruk 2% di Sesi I Akibat Tekanan Jual Luas
Senin, 12 Oktober 2026, 15.27 WITA

ASII Perkuat Kendali di AUTO Lewat Tender Sukarela
Senin, 12 Oktober 2026, 15.26 WITA

China Perkuat Cadangan Emas, Dorong Stabilitas Ekonomi Global
Senin, 12 Oktober 2026, 15.26 WITA

IHSG Terkoreksi 2% di Sesi I, Tekanan Global dan MSCI Jadi Pemicu
Senin, 12 Oktober 2026, 15.26 WITA

IHSG Terpuruk 2%, Asing Gandeng 10 Saham Ini
Senin, 12 Oktober 2026, 15.26 WITA

