Minggu, 11 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pendeta Asal Selandia Baru Soroti Kemajuan IKN

Pendeta Marcel Kanon dari New Zealand menyaksikan langsung perkembangan Ibu Kota Nusantara dan menegaskan progres pembangunan yang nyata, meski sempat dikritik sebagai kota kosong.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 11 Oktober 2026, 23.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pendeta Asal Selandia Baru Soroti Kemajuan IKN📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pendeta Marcel Kanon, warga Selandia Baru yang berasal dari Gereja Bethany House of Restoration Auckland, melakukan kunjungan ketiga ke Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk memverifikasi kondisi terkini kawasan yang sempat menjadi perbincangan publik. Ia menekankan bahwa perubahan yang terjadi kini jauh lebih signifikan dibandingkan kunjungan pertamanya pada 2024, yang masih dalam tahap awal pembangunan.

Dalam perjalanannya, ia menyampaikan bahwa isu bahwa IKN tidak memiliki aktivitas atau pekerjaan sama sekali kini tidak lagi relevan. “Dua bulan lalu banyak yang mengatakan di sini tidak ada yang bekerja. Tapi saya katakan, ayo lihat langsung. Saya sudah tiga kali datang dan melihat perubahan yang nyata—dari tidak ada, kini muncul kota baru yang luar biasa,” ujarnya.

Ia menyoroti pentingnya proses bertahap dalam pembangunan kota besar seperti IKN. Menurutnya, membangun kota sebesar ini tidak mungkin dilakukan dalam waktu singkat. “Tidak mungkin kita membangun satu kota dalam satu malam. Kalau terburu-buru, hasilnya pasti hancur. Kita butuh waktu dan kesabaran untuk menciptakan kota yang hebat, dahsyat, dan layak dijadikan ibu kota negara,” tegasnya.

Marcel menekankan bahwa kualitas dan keberlanjutan harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar kecepatan. Ia menilai bahwa momentum saat ini menunjukkan komitmen kuat terhadap transformasi yang berkelanjutan. “Yang penting bukan seberapa cepat, tapi seberapa baik. Kita ingin IKN menjadi kota masa depan yang mewakili Indonesia dengan penuh keberlanjutan dan keindahan,” tutupnya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya