Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, Eksorsisme yang Berusaha Menyeimbangkan Iman dan Horor
Film sekuel ini menunjukkan upaya serius menyelaraskan narasi eksorsisme dengan elemen religius, meski masih terkendala eksekusi teknis dan logika visual.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 11 Oktober 2026, 23.17 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kuasa Gelap: Perjanjian Darah hadir sebagai respon terhadap kritik yang muncul dari film pendahulunya, menunjukkan langkah maju dalam pendekatan naratif. Alih-alih fokus pada trauma pribadi Romo Thomas seperti sebelumnya, kisah kali ini berputar seputar Romo Rendra (Lukman Sardi), yang menghadapi tantangan spiritual yang lebih kompleks. Dengan bimbingan Andri Cahyadi dan Robert Ronny, narasi dibangun dengan pendekatan yang lebih konsisten terhadap aspek eksorsisme, menjadikannya inti cerita bukan sekadar latar.
Pendekatan ini menjadi terasa lebih matang dibanding pendahulunya, terutama dalam penyajian ajaran Gereja Katolik yang lebih dihormati dan dikaji secara hati-hati. Berbeda dengan banyak film horor Hollywood yang sering memanipulasi konteks religius untuk dramatisasi, film ini berusaha mempertahankan keaslian narasi eksorsisme, meski tetap menawarkan pengalaman menegangkan. Hasilnya, bagi penonton awam, film ini lebih terasa seperti drama religius daripada horor murni, namun tetap menyajikan elemen menakutkan yang cukup intens.
Namun, keberhasilan naratif terkendala oleh eksekusi teknis yang belum sepenuhnya memadai. Adegan poltergeist yang ditampilkan, meski lebih ekstrem dibanding versi pertama, justru kehilangan kredibilitas logika. Kondisi ruangan yang penuh perabotan justru tidak terganggu oleh hantaman kuat yang mampu melempar karakter utama, sementara barang-barang kecil tetap rapi. Ini menimbulkan ketidaksesuaian yang mencolok, terutama saat adegan eksorsisme mencapai klimaks. Bahkan, penggunaan efek visual untuk sosok Rephaim—yang seharusnya menjadi puncak keunikan cerita—terlihat buruk dan terlalu terkomputerisasi, mengurangi daya imajinasi.
Ketidakseimbangan ini juga terlihat pada detail kecil seperti tampilan rambut Romo Thomas yang tetap rapi meski terus terbanting ke berbagai permukaan, atau perbedaan postur antara versi anak dan dewasa tokoh Rendra dan Halim, yang tidak selaras. Sementara itu, penggunaan filter dan visualisasi suhu ruangan secara terlalu eksplisit—misalnya menampilkan termometer dan keringat—terasa kurang halus dibanding pendekatan simbolis yang bisa lebih efektif. Meski demikian, dedikasi aktor seperti Jerome Kurnia, Lukman Sardi, Ferry Salim, Venly Arauna, dan Lydia Kandou tetap menjadi kekuatan utama film ini.
Secara keseluruhan, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah menunjukkan kemajuan dari pendahulunya, baik dari sisi narasi maupun keseriusan dalam menyentuh tema religius. Namun, untuk menjadi karya yang benar-benar mengesankan, film ini masih perlu menyempurnakan aspek teknis, konsistensi logika visual, dan kualitas produksi secara menyeluruh. Potensi besar tetap ada, terutama jika pendekatan yang sudah dimulai diteruskan dengan standar yang lebih tinggi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

VisionQuest Hadirkan Keluarga Vision yang Terlupakan
Serial VisionQuest resmi diperkenalkan di New York Comic Con, menawarkan narasi emosional tentang cinta, trauma, dan identitas pasca-kematian Vision, dengan penampilan kembali Paul Bettany dan James Spader sebagai Ultron.
11 Oktober 2026

Prabowo Sambut El-Sisi di Halim, Antar Kepulangan dengan Hormat
Presiden Prabowo Subianto mengantarkan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi dari Istana ke Lanud Halim Perdanakusuma dalam prosesi pelepasan kunjungan kenegaraan dengan nuansa persahabatan erat.
11 Oktober 2026

Anak Muda Dilibatkan Perkuat Promosi Jalur Anyer-Panarukan
Bupati Serang dan Situbondo ajak generasi muda berperan aktif dalam promosi jalur Anyer-Panarukan melalui kreativitas dan partisipasi berbasis budaya serta sejarah.
11 Oktober 2026

Persela Gagal Geser Deltras Meski Unggul Awal
Persela Lamongan gagal merebut puncak klasemen setelah imbang 1-1 dengan Deltras Sidoarjo, meski unggul lewat penalti Juninho Cabral dan sempat unggul jumlah pemain.
11 Oktober 2026
Berita Lainnya

Tol Serang-Panimbang Perpanjang Akses ke Destinasi Wisata Banten
Minggu, 11 Oktober 2026, 23.30 WITA

Pendeta Asal Selandia Baru Soroti Kemajuan IKN
Minggu, 11 Oktober 2026, 23.29 WITA

Tol Semarang-Demak Jadi Tanggul Laut Terpadu
Minggu, 11 Oktober 2026, 23.29 WITA

42 Delegasi Global Soroti Kemajuan IKN di Kalimantan Timur
Minggu, 11 Oktober 2026, 23.29 WITA

MRT ke Tangsel Belum Umumkan Rute, Waspadai Spekulasi Tanah
Minggu, 11 Oktober 2026, 23.29 WITA

Air IKN Bisa Langsung Diminum, Kualitas Terjaga Secara Berkala
Minggu, 11 Oktober 2026, 23.28 WITA

Pencairan JHT BPJS Bisa Dilakukan Tanpa Resign
Minggu, 11 Oktober 2026, 23.28 WITA

Ameriza Moesa Dilantik Jadi Kepala Perwakilan BI Sumut
Minggu, 11 Oktober 2026, 23.27 WITA

