Minggu, 11 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Anak Muda Dilibatkan Perkuat Promosi Jalur Anyer-Panarukan

Bupati Serang dan Situbondo ajak generasi muda berperan aktif dalam promosi jalur Anyer-Panarukan melalui kreativitas dan partisipasi berbasis budaya serta sejarah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 11 Oktober 2026, 21.19 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Anak Muda Dilibatkan Perkuat Promosi Jalur Anyer-Panarukan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menegaskan pentingnya melibatkan generasi muda sebagai agen promosi dalam program Anyer-Panarukan. Dalam acara Kick Off Anyer-Panarukan 3R: Road, Route, Roots, ia menyampaikan bahwa keterlibatan anak muda bukan sekadar simbolik, melainkan sebagai bagian dari strategi pemasaran yang berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya membuat promosi terasa relevan, menyenangkan, dan tidak monoton agar menarik minat kalangan muda.

Ratu mencontohkan berbagai bentuk partisipasi, mulai dari kegiatan olahraga hingga seni dan budaya, yang bisa menjadi medium penyampaian pesan promosi. Dengan memanfaatkan kreativitas mereka, generasi muda diharapkan mampu menciptakan konten yang lebih autentik dan menjangkau audiens secara luas. Ia menilai pendekatan ini lebih efektif dibandingkan kampanye tradisional yang cenderung kaku dan kurang menyentuh emosi.

Di sisi lain, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyampaikan keyakinannya bahwa program Anyer-Panarukan dapat menjadi magnet bagi Gen Z dan Gen Alpha. Ia menilai bahwa jika suatu program mampu menghubungkan nilai sejarah dan budaya dengan kehidupan sehari-hari, maka generasi muda akan dengan mudah terlibat. Menurutnya, keterlibatan generasi muda harus dibangun melalui pendekatan edukatif yang menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap warisan budaya dan sejarah daerah.

Acara Kick Off 3R menjadi wadah awal untuk memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan, termasuk pemerintah pusat dan daerah, lembaga keuangan, media, serta komunitas lokal. Melalui pendekatan Road (konektivitas), Route (pariwisata), dan Roots (budaya dan sejarah), program ini dirancang untuk menggerakkan pembangunan berkelanjutan di sepanjang jalur Anyer-Panarukan. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem yang inklusif, dengan masyarakat lokal sebagai mitra utama dalam pengembangan potensi daerah.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya