BSI Perkuat Pemulihan Desa Sade Lewat Program Satu Benang
BSI resmikan pemulihan Desa Sade di Lombok dengan dukungan infrastruktur dan donasi publik untuk bangkitkan ekonomi lokal pasca-bencana kebakaran.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 11 Oktober 2026, 21.16 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) secara resmi meluncurkan program "Satu Benang untuk Sade" sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekosistem pariwisata halal nasional dan mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal di Desa Sade, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Inisiatif ini hadir sebagai respons terhadap kerusakan akibat kebakaran yang sempat menghambat aktivitas pariwisata adat dan menimbulkan dampak sosial-ekonomi yang mendalam bagi warga setempat.
Pemulihan yang dilakukan bukan hanya fokus pada pembangunan fisik, melainkan juga pada pemulihan rantai ekonomi yang terganggu. Melalui kolaborasi dengan Danantara Indonesia, BSI membangun kembali empat rumah adat, gapura desa, balai pertemuan, serta pusat ibadah masyarakat. Upaya ini bertujuan mengembalikan fungsi sosial dan ekonomi desa sebagai destinasi wisata budaya Sasak yang berkelanjutan dan mampu menopang kehidupan warga, terutama para pengrajin tenun, pelaku UMKM, dan pengelola homestay.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menekankan bahwa tujuan utama pemulihan adalah menciptakan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan warga. “Membangkitkan Desa Sade bukan sekadar memperbaiki bangunan, melainkan menghidupkan kembali ekosistem ekonomi lokal yang mandiri,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa pariwisata halal yang berkelanjutan harus menjamin distribusi manfaat langsung kepada masyarakat setempat, bukan hanya pada infrastruktur tetapi juga pada kesejahteraan ekonomi.
Untuk memperluas partisipasi masyarakat, BSI melalui BSI Maslahat membuka kesempatan donasi publik melalui program "Satu Benang untuk Sade" yang dapat diakses melalui aplikasi BYOND by BSI. Program ini memungkinkan masyarakat luas turut serta dalam pemulihan desa dengan kontribusi yang dapat disesuaikan. Dengan pendekatan inklusif ini, BSI berkomitmen menjamin bahwa setiap langkah pemulihan tidak hanya mengembalikan bentuk fisik desa, tetapi juga memperkuat nilai budaya dan kemandirian ekonomi warga Sade.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Nopek Novian Bantah Terlibat dalam Skema Emas Rp25 Miliar
Komedian Nopek Novian menegaskan keterlibatannya hanya sebagai brand ambassador dengan honor baru diterima 5 persen, dan menyampaikan keprihatinan atas kerugian korban emas digital.
11 Oktober 2026

Penguatan Ekonomi Melalui Jalur Anyer-Panarukan 3R
Program Anyer-Panarukan 3R dirancang untuk memperkuat UMKM, wisata, dan ekonomi lokal di sepanjang jalur nasional melalui pendekatan jalan, rute, dan akar budaya.
11 Oktober 2026

BPKN Dukung Wajib Halal 2026, Tegaskan Perlindungan UMKM Kecil
BPKN menegaskan dukungan penuh terhadap penerapan wajib sertifikasi halal mulai 18 Oktober 2026, dengan sorotan pada perlindungan pelaku usaha mikro dan kesiapan informasi serta pendampingan.
11 Oktober 2026

Madu Muara Enim Ekspor ke Singapura, Capai 310 Kg dalam Satu Kiriman
BKHIT Sumsel mendukung ekspor madu asal Muara Enim senilai Rp47,96 juta ke Singapura melalui Bandara SMB II Palembang, menandai peningkatan signifikan dalam volume ekspor tahun ini.
11 Oktober 2026
Berita Lainnya

Trump Jamin Tak Serang Iran Sebelum Pemilu AS
Minggu, 11 Oktober 2026, 21.28 WITA

Penembakan Petugas Imigrasi AS Tewaskan Warga di New York
Minggu, 11 Oktober 2026, 21.28 WITA

Trump Dorong Perjanjian Energi dengan Rusia, Zelensky Soroti Kontradiksi
Minggu, 11 Oktober 2026, 21.22 WITA
Hasyim Asyari Bantah Klaim Doli Soal Tak Bahas PKPU 19/2023
Minggu, 11 Oktober 2026, 21.21 WITA

Hasyim Asyari Bantah Isu Penyelundupan Syarat Pendidikan dalam PKPU
Minggu, 11 Oktober 2026, 21.21 WITA

Prabowo Sambut El-Sisi di Halim, Antar Kepulangan dengan Hormat
Minggu, 11 Oktober 2026, 21.21 WITA

Mutasi Jabatan Tinggi Polri Dalam Rangka Penguatan Organisasi
Minggu, 11 Oktober 2026, 21.20 WITA

Tuntutan Maksimal untuk Febrie Adriansyah Jadi Ujian Kredibilitas Kejagung
Minggu, 11 Oktober 2026, 21.20 WITA

