Penembakan Petugas Imigrasi AS Tewaskan Warga di New York
Insiden penembakan oleh petugas ICE di New York menimpa seorang warga yang diduga imigran ilegal, dengan korban masih hidup dan dirawat di rumah sakit.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 11 Oktober 2026, 21.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Insiden penembakan terjadi pada Kamis sore di kawasan Marble Hill, New York City, saat petugas Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) melakukan operasi penegakan hukum terhadap seorang individu yang diklaim sebagai imigran ilegal dan memiliki catatan kriminal. Menurut keterangan resmi dari Kementerian Keamanan Dalam Negeri (DHS), kejadian berlangsung sekitar pukul 16.00 waktu setempat, ketika petugas mengepung mobil yang ditumpangi tersangka. Dalam proses tersebut, seorang petugas melepaskan tembakan yang mengenai korban.
Korban kini dalam kondisi stabil dan menjalani perawatan medis di rumah sakit setempat. DHS menyatakan bahwa tersangka memiliki riwayat kriminal dan diduga terlibat dengan kelompok kejahatan terorganisir, namun tidak menyertakan identitas atau bukti konkret untuk mendukung klaim tersebut. Pernyataan ini memperkuat kekhawatiran publik terhadap transparansi dan akuntabilitas operasi penegakan hukum oleh agen federal.
Wali Kota New York, Zohran Mamdani, mengecam tindakan yang dilakukan oleh ICE, menyebutnya sebagai situasi yang tidak dapat diterima dan mengancam keamanan warga kota. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat, termasuk Presiden AS Donald Trump, untuk menuntut penghentian sementara seluruh operasi penegakan hukum oleh ICE di wilayah kota.
Mamdani menekankan bahwa tindakan semacam ini justru menimbulkan ketakutan di kalangan komunitas imigran dan merusak kepercayaan publik terhadap institusi keamanan. Ia menegaskan bahwa pemerintah kota tidak akan membiarkan agen federal meneror warga yang tinggal di New York, terlebih jika operasi dilakukan tanpa transparansi dan pertimbangan terhadap keselamatan warga sipil, termasuk anak-anak yang turut berada di lokasi kejadian.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Hasyim Asyari Bantah Isu Penyelundupan Syarat Pendidikan dalam PKPU
Eks Ketua KPU RI membantah tudingan menyelundupkan syarat pendidikan dalam PKPU 19/2023, menegaskan proses pembentukan norma telah melalui uji publik dan konsultasi dengan lembaga terkait.
11 Oktober 2026

Mutasi Jabatan Tinggi Polri Dalam Rangka Penguatan Organisasi
Mutasi terhadap Kakorlantas dan tiga kapolda dilakukan sebagai bagian dari upaya penguatan struktur dan peningkatan kinerja internal Polri.
11 Oktober 2026

Tuntutan Maksimal untuk Febrie Adriansyah Jadi Ujian Kredibilitas Kejagung
Tuntutan pidana maksimal terhadap terdakwa Febrie Adriansyah menjadi bukti komitmen Kejagung dalam membersihkan institusi dan memulihkan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.
11 Oktober 2026

Kapolri Perbarui Tiga Kapolda, Fokus pada Kompetensi dan Sinergi Operasional
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto kembali melakukan rotasi tiga jabatan Kapolda, menekankan prinsip meritokrasi dan penyesuaian kebutuhan wilayah dalam penempatan personel.
11 Oktober 2026
Berita Lainnya

Trump Jamin Tak Serang Iran Sebelum Pemilu AS
Minggu, 11 Oktober 2026, 21.28 WITA

Trump Dorong Perjanjian Energi dengan Rusia, Zelensky Soroti Kontradiksi
Minggu, 11 Oktober 2026, 21.22 WITA

Nopek Novian Bantah Terlibat dalam Skema Emas Rp25 Miliar
Minggu, 11 Oktober 2026, 21.21 WITA
Hasyim Asyari Bantah Klaim Doli Soal Tak Bahas PKPU 19/2023
Minggu, 11 Oktober 2026, 21.21 WITA

Prabowo Sambut El-Sisi di Halim, Antar Kepulangan dengan Hormat
Minggu, 11 Oktober 2026, 21.21 WITA

Penguatan Ekonomi Melalui Jalur Anyer-Panarukan 3R
Minggu, 11 Oktober 2026, 21.20 WITA

Menteri Dukung Program Anyer-Panarukan 3R Dorong Pembangunan Desa Berkelanjutan
Minggu, 11 Oktober 2026, 21.19 WITA

Ekspedisi Anyer-Panarukan Dorong Pembangunan Berkelanjutan
Minggu, 11 Oktober 2026, 21.19 WITA

