Minggu, 11 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Ekspedisi Anyer-Panarukan Dorong Pembangunan Berkelanjutan

Program Anyer-Panarukan 3R diluncurkan dengan ekspedisi tahunan untuk menggali potensi ekonomi, budaya, dan sejarah di sepanjang jalur pesisir Jawa.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 11 Oktober 2026, 21.19 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Ekspedisi Anyer-Panarukan Dorong Pembangunan Berkelanjutan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Kabupaten Situbondo meluncurkan inisiatif tahunan berupa ekspedisi menyusuri jalur Anyer-Panarukan sebagai bagian dari program Anyer-Panarukan 3R: Road, Route, Roots. Kegiatan ini dirancang untuk memetakan potensi desa, memperdalam literasi sejarah, serta menggali kekayaan budaya yang tersebar di sepanjang jalur pesisir barat hingga timur Pulau Jawa. Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menegaskan bahwa ekspedisi ini bukan sekadar rangkaian kegiatan seremonial, melainkan langkah strategis dalam pengembangan berkelanjutan.

Hasil dari pendalaman lapangan selama ekspedisi akan menjadi dasar penyusunan kebijakan dan program prioritas tahunan, dengan rencana implementasi mulai tahun 2027. Proyek ini dirancang sebagai sistem pengumpulan data dan analisis mendalam yang akan menjadi acuan bagi pemerintah daerah dan pusat. Rio menekankan bahwa hasil ekspedisi tidak hanya digunakan untuk penyelenggaraan festival, tetapi juga menjadi rekomendasi kebijakan strategis terkait infrastruktur, pemberdayaan ekonomi lokal, dan pelestarian warisan budaya.

Salah satu agenda utama tahun 2027 adalah penyelenggaraan Festival Hari Raya Tembakau di Situbondo yang melibatkan sekitar lima ribu penari. Kegiatan ini menjadi simbol pengembangan ekonomi kreatif berbasis sumber daya lokal. Program ini lahir dari kesadaran akan nilai historis besar jalur Anyer-Panarukan, yang selama ini menjadi jalur penghubung penting antarwilayah pesisir Jawa, sekaligus menyimpan potensi besar dalam bidang pariwisata, budaya, dan ekonomi kerakyatan.

Rio menegaskan bahwa program ini tidak hanya menjadi kepentingan Situbondo dan Serang, tetapi juga berdampak pada seluruh wilayah yang dilalui jalur tersebut. Tujuan akhirnya adalah mengubah jalur sejarah menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. “Ini bukan hanya soal membangkitkan sejarah, tapi memanfaatkannya sebagai modal pembangunan nasional,” tegasnya, menegaskan bahwa kapitalisasi jalur ini berpotensi menjangkau seluruh Indonesia.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya