Minggu, 11 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Nopek Novian Bantah Terlibat dalam Skema Emas Rp25 Miliar

Komedian Nopek Novian menegaskan keterlibatannya hanya sebagai brand ambassador dengan honor baru diterima 5 persen, dan menyampaikan keprihatinan atas kerugian korban emas digital.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 11 Oktober 2026, 21.21 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Nopek Novian Bantah Terlibat dalam Skema Emas Rp25 Miliar📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Artis dan komedian arif Novianto, dikenal publik sebagai Nopek Novian, secara resmi menyampaikan klarifikasi terkait keterlibatannya dalam kasus dugaan penipuan investasi emas senilai Rp25 miliar. Ia menegaskan bahwa perannya hanya sebagai brand ambassador yang diangkat secara profesional untuk periode 22 Mei 2026 hingga 22 Mei 2027. Ia menekankan tidak ada keterlibatan dalam pengelolaan keuangan atau operasional perusahaan yang dilaporkan melakukan penipuan.

Dalam pernyataan yang dipublikasikan melalui media sosial, Nopek menyampaikan rasa prihatin mendalam terhadap para korban yang mengalami kerugian finansial. Ia menegaskan harapan agar seluruh kerugian dapat dikembalikan dan pihak-pihak yang bertanggung jawab dapat diproses sesuai hukum yang berlaku. Ia juga menekankan bahwa dirinya tidak memiliki akses atau otoritas atas sistem investasi maupun kebijakan perusahaan.

Ia mengungkapkan bahwa pembayaran honor yang diterima hanya sebesar 5 persen dari total kontrak, yang menunjukkan keterlibatan terbatas dan belum menyelesaikan seluruh tahap kerja sama. Dengan hal ini, ia meminta masyarakat tidak menyebar isu yang menyalahkannya secara tidak tepat, mengingat perannya hanya sebatas representasi publik tanpa peran operasional dalam bisnis.

Nopek juga menekankan komitmennya untuk mendukung proses hukum yang sedang berjalan, termasuk siap memberikan keterangan jika diperlukan oleh aparat penegak hukum. Ia berharap kasus ini dapat dituntaskan secara transparan dan adil, agar kepercayaan publik terhadap bentuk kolaborasi digital dapat kembali pulih.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya