ECRL Malaysia Siap Beroperasi Tahun Depan, Rute Panjang 665 Kilometer
Proyek kereta api East Coast Rail Link (ECRL) sepanjang 665 kilometer siap diluncurkan tahap pertama pada Januari 2027, menghubungkan empat wilayah utama dengan kecepatan maksimal 160 km/jam.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 11 Oktober 2026, 17.56 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Proyek infrastruktur kereta api East Coast Rail Link (ECRL) di Malaysia kini memasuki tahap akhir persiapan operasional, dengan rencana penggunaan tahap pertama dimulai pada Januari 2027. Jalur sepanjang 665 kilometer ini dirancang untuk menghubungkan wilayah timur laut dan barat negara, menopang mobilitas penumpang serta distribusi logistik secara efisien. Rute utama dimulai dari Kota Bharu, Kelantan, hingga Port Klang, Selangor, melintasi empat negara bagian secara berurutan.
Kereta penumpang yang beroperasi di jalur ini mampu mencapai kecepatan maksimum 160 kilometer per jam, mempersingkat waktu tempuh antar wilayah. Perjalanan dari Gombak ke Kota Bharu diperkirakan hanya memakan waktu sekitar empat jam, menandakan peningkatan signifikan dibanding moda transportasi konvensional. Jalur ini juga dilengkapi dengan fasilitas stasiun utama di berbagai kota strategis seperti Jerteh, Kuala Terengganu, Kuantan Port City, dan Bentong, menjamin akses yang merata bagi masyarakat sepanjang koridor.
Tahap pertama ECRL mencakup rute dari Kota Bharu hingga Gombak Integrated Terminal di Selangor, dengan melintasi wilayah pegunungan melalui terowongan dan jembatan layang untuk mengatasi kondisi topografi yang kompleks. Setelah tahap pertama berjalan, tahap kedua akan melanjutkan jalur dari Gombak menuju Port Klang melalui Serendah, Puncak Alam, dan Kapar, memperluas jangkauan konektivitas ke kawasan pelabuhan strategis.
Dengan kapasitas pengangkutan penumpang dan barang yang dirancang secara seimbang, ECRL diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah yang dilintasi, termasuk sektor industri, perdagangan, dan permukiman. Konektivitas yang lebih baik diharapkan menarik investasi dan meningkatkan efisiensi logistik di kawasan pesisir timur dan barat Malaysia.
Meskipun terdapat informasi yang menyebutkan operasional awal pada Desember 2024, hal ini belum sesuai dengan jadwal resmi yang tercantum dalam dokumen proyek, yaitu Januari 2027 untuk tahap pertama dan Januari 2028 untuk tahap kedua. Oleh karena itu, rencana tersebut perlu verifikasi lebih lanjut untuk menghindari kesalahpahaman publik.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

MRT Timur-Barat Lewati Kwitang, Pemprov DKI Gelar Konsultasi Publik Ketiga
Pemprov DKI Jakarta menyelenggarakan konsultasi publik ketiga terkait pengadaan tanah untuk proyek MRT Timur-Barat di wilayah Kwitang, dengan fokus pada sosialisasi tahapan dan hak masyarakat terdampak.
11 Oktober 2026

Universitas Pertama IKN Resmi Beroperasi dengan 48 Mahasiswa
Universitas Gunadarma IKN mulai menampung mahasiswa angkatan pertama dengan delapan jurusan, didukung kolaborasi pendidikan kesehatan dan riset bersama FKUI dan Otorita IKN.
11 Oktober 2026

Michelle Yeoh Ajak Kolaborasi Sinema Korea, Dorong Jembatan Budaya Timur-Barat
Aktris Oscar Michelle Yeoh menyatakan ketertarikannya bekerja lebih banyak di industri film Korea, sekaligus menekankan upaya memperkuat hubungan antarbudaya melalui sinema.
11 Oktober 2026

Data Center AI dan Tekanan Air: Tantangan Infrastruktur di Tengah Ekspansi Digital
Proyek data center berbasis AI senilai Rp3,5 triliun di Purwakarta dihentikan sementara karena persoalan perizinan dan dampak lingkungan, terutama terkait konsumsi air yang tinggi.
11 Oktober 2026
Berita Lainnya

Adhi Karya Lepas Saham di Tol Jogja-Solo ke SMI
Minggu, 11 Oktober 2026, 17.56 WITA

Kapolres Bogor Koordinasi Evakuasi Medis ABK Korban Penyanderaan
Minggu, 11 Oktober 2026, 17.56 WITA

Hakim Agung RI: IKN Tak Mangkrak, Progres Konsisten di Kawasan Yudikatif
Minggu, 11 Oktober 2026, 17.55 WITA

Singapura Batalkan Penyitaan Dana, Tapi Pertahankan Sebagian untuk Kasus Korupsi Sawit
Minggu, 11 Oktober 2026, 17.55 WITA

BRI Pertahankan Gelar Merek Paling Bernilai di Indonesia
Minggu, 11 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Percepat Pengembangan Kelapa Nasional 2027
Minggu, 11 Oktober 2026, 17.53 WITA

Tiran Nusantara Grup dan Conch Tanda Tangani Kerja Sama Rp10 Triliun
Minggu, 11 Oktober 2026, 17.51 WITA

SBR015 Hadir dengan Dua Pilihan Tenor, BRI Perluas Akses Investasi Nasabah
Minggu, 11 Oktober 2026, 17.50 WITA

