Pemerintah Percepat Pengembangan Kelapa Nasional 2027
Pemerintah siapkan rencana pengembangan kelapa seluas 51.721 hektare pada 2027 untuk tingkatkan produktivitas dan nilai ekonomi komoditas strategis.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 11 Oktober 2026, 17.53 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah mempercepat transformasi sektor kelapa sebagai komoditas perkebunan rakyat unggulan melalui program Coconut Area Development Plan 2027. Rencana ini menargetkan ekspansi dan peremajaan lahan seluas 51.721 hektare, terdiri dari 42.721 hektare area baru dan 9.000 hektare untuk peremajaan tanaman tua. Alokasi anggaran sekitar Rp154,58 miliar disiapkan untuk mendukung pelaksanaan program ini di berbagai wilayah, mulai dari Sumatra hingga Papua.
Tren permintaan global yang terus meningkat menjadi dasar utama kebijakan ini. Kelapa kini tidak hanya menjadi bahan pangan tradisional, tetapi juga bahan baku utama dalam industri makanan dan minuman, termasuk pengganti susu dalam kopi di berbagai negara Asia. Menteri Koordinator Bidang Pangan menegaskan bahwa nilai ekonomi kelapa kini melampaui komoditas perkebunan lainnya, sehingga perlu penanganan strategis agar Indonesia tetap kompetitif.
Untuk mengatasi rendahnya produktivitas akibat banyaknya tanaman kelapa berusia tua, pemerintah akan mempercepat penanaman varietas unggul yang berbuah lebih cepat—dalam waktu tiga tahun—dibandingkan jenis lama yang butuh enam hingga tujuh tahun. Upaya ini dilakukan untuk mengejar ketertinggalan dari negara produsen utama seperti Thailand. Selain peremajaan, fokus juga diberikan pada peningkatan manajemen perkebunan dan pengembangan infrastruktur pengolahan.
Pengembangan kelapa tidak hanya berhenti pada penanaman, tetapi juga mencakup hilirisasi produk. Pemerintah menekankan perlunya membangun industri pengolahan dalam negeri agar nilai tambah kelapa dapat dinikmati secara maksimal oleh petani dan pelaku usaha lokal. Kolaborasi antar kementerian, termasuk Kementerian Pertanian dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (Danantara), menjadi kunci keberhasilan program ini.
World Coconut Day 2026 di Manado menjadi momen penting untuk memperkuat posisi Sulawesi Utara sebagai pusat pengembangan kelapa nasional dan memperluas kemitraan global. Dengan mengusung tema “Coconut in Times of Uncertainty: Securing Food, Energy, and Livelihoods”, forum ini menghadirkan lebih dari 500 peserta dari berbagai negara. Pemerintah menegaskan bahwa kelapa bukan sekadar komoditas, melainkan fondasi strategis bagi ketahanan pangan, energi, dan kesejahteraan masyarakat di tingkat nasional dan global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Wapres Palestina Tuding Israel Penyebab Penundaan Pemilu
Wakil Presiden Palestina Hussein al-Sheikh menegaskan penundaan pemilu 2027 disebabkan oleh tindakan Israel yang menghambat proses demokrasi, menolak kritik dari Menlu Israel yang menyalahkan Presiden Abbas.
11 Oktober 2026

Evaluasi Kebijakan Ganjil Genap di Jakarta, Dishub Libatkan Ahli
Dinas Perhubungan DKI Jakarta memperluas kajian kebijakan ganjil genap di sejumlah ruas strategis, termasuk Gajah Mada dan Kota Tua, dengan melibatkan pakar dan akademisi untuk menilai dampaknya secara menyeluruh.
11 Oktober 2026

Bupati Morowali Hentikan Sementara Operasional PT Aston Usai Bentrok Warga-TKA
Bupati Morowali menghentikan sementara aktivitas PT Aston pasca-bentrok warga dengan TKA China, menyusul keluhan debu dan persoalan legalitas, sambil menunggu evaluasi hukum dan penyelesaian tuntutan masyarakat.
11 Oktober 2026

Pemprov Jateng Dorong Penggunaan Bahasa Jawa Harian
Pemprov Jateng memperkuat pelestarian bahasa Jawa melalui kebijakan wajib berbahasa Jawa setiap Kamis dan berbagai program berjenjang di sekolah.
11 Oktober 2026
Berita Lainnya

Adhi Karya Lepas Saham di Tol Jogja-Solo ke SMI
Minggu, 11 Oktober 2026, 17.56 WITA

Kapolres Bogor Koordinasi Evakuasi Medis ABK Korban Penyanderaan
Minggu, 11 Oktober 2026, 17.56 WITA

ECRL Malaysia Siap Beroperasi Tahun Depan, Rute Panjang 665 Kilometer
Minggu, 11 Oktober 2026, 17.56 WITA

MRT Timur-Barat Lewati Kwitang, Pemprov DKI Gelar Konsultasi Publik Ketiga
Minggu, 11 Oktober 2026, 17.55 WITA

Universitas Pertama IKN Resmi Beroperasi dengan 48 Mahasiswa
Minggu, 11 Oktober 2026, 17.55 WITA

Hakim Agung RI: IKN Tak Mangkrak, Progres Konsisten di Kawasan Yudikatif
Minggu, 11 Oktober 2026, 17.55 WITA

Singapura Batalkan Penyitaan Dana, Tapi Pertahankan Sebagian untuk Kasus Korupsi Sawit
Minggu, 11 Oktober 2026, 17.55 WITA

BRI Pertahankan Gelar Merek Paling Bernilai di Indonesia
Minggu, 11 Oktober 2026, 17.55 WITA

