Wapres Palestina Tuding Israel Penyebab Penundaan Pemilu
Wakil Presiden Palestina Hussein al-Sheikh menegaskan penundaan pemilu 2027 disebabkan oleh tindakan Israel yang menghambat proses demokrasi, menolak kritik dari Menlu Israel yang menyalahkan Presiden Abbas.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 11 Oktober 2026, 17.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Wakil Presiden Palestina, Hussein al-Sheikh, menyampaikan kekecewaan terhadap pernyataan Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, yang menyalahkan Presiden Mahmoud Abbas atas penundaan pemilu. Al-Sheikh menekankan bahwa penundaan tersebut bukan akibat kegagalan internal, melainkan akibat aksi militer dan pembatasan yang diberlakukan Israel terhadap warga Palestina. Ia menilai tudingan dari pejabat Israel terhadap Abbas justru menunjukkan ketidakpedulian terhadap realitas yang dialami rakyat Palestina.
Dalam pernyataan melalui platform media sosial X, al-Sheikh menyindir sikap Israel yang tiba-tiba berbicara soal demokrasi setelah melakukan serangan berulang terhadap warga sipil, termasuk di Jalur Gaza dan Tepi Barat. Ia menegaskan bahwa pihak yang bertanggung jawab atas kekerasan harian terhadap rakyat Palestina kini justru berpose sebagai penjaga prinsip demokrasi. Pernyataan itu muncul setelah Saar menyebut Abbas korup dan menyesatkan opini internasional soal alasan penundaan pemilu.
Presiden Abbas telah mengeluarkan dekret resmi yang menetapkan pemilihan presiden dan legislatif akan digelar pada 11 September 2027, menggantikan rencana sebelumnya yang berencana digelar pada November 2024. Penetapan jadwal ini menandai langkah penting dalam proses politik yang telah terhambat selama lebih dari satu dekade. Pemilu terakhir di wilayah Palestina digelar pada 2006, ketika Hamas meraih kemenangan besar dalam pemilu legislatif.
Saat ini, jumlah pemilih yang terdaftar mencapai hampir 2,97 juta orang, tersebar di Tepi Barat (1,59 juta), Jalur Gaza (1,24 juta), dan Yerusalem Timur (140 ribu). Kondisi keamanan, pembatasan pergerakan, serta intervensi militer Israel menjadi tantangan utama dalam penyelenggaraan pemilu yang bebas dan adil. Penundaan pemilu sejak 2006 juga memperkuat polarisasi politik antara kelompok yang berkuasa dan oposisi, serta memperumit proses demokratisasi di wilayah tersebut.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Percepat Pengembangan Kelapa Nasional 2027
Pemerintah siapkan rencana pengembangan kelapa seluas 51.721 hektare pada 2027 untuk tingkatkan produktivitas dan nilai ekonomi komoditas strategis.
11 Oktober 2026

Evaluasi Kebijakan Ganjil Genap di Jakarta, Dishub Libatkan Ahli
Dinas Perhubungan DKI Jakarta memperluas kajian kebijakan ganjil genap di sejumlah ruas strategis, termasuk Gajah Mada dan Kota Tua, dengan melibatkan pakar dan akademisi untuk menilai dampaknya secara menyeluruh.
11 Oktober 2026

Bupati Morowali Hentikan Sementara Operasional PT Aston Usai Bentrok Warga-TKA
Bupati Morowali menghentikan sementara aktivitas PT Aston pasca-bentrok warga dengan TKA China, menyusul keluhan debu dan persoalan legalitas, sambil menunggu evaluasi hukum dan penyelesaian tuntutan masyarakat.
11 Oktober 2026

Pemprov Jateng Dorong Penggunaan Bahasa Jawa Harian
Pemprov Jateng memperkuat pelestarian bahasa Jawa melalui kebijakan wajib berbahasa Jawa setiap Kamis dan berbagai program berjenjang di sekolah.
11 Oktober 2026
Berita Lainnya

Adhi Karya Lepas Saham di Tol Jogja-Solo ke SMI
Minggu, 11 Oktober 2026, 17.56 WITA

Kapolres Bogor Koordinasi Evakuasi Medis ABK Korban Penyanderaan
Minggu, 11 Oktober 2026, 17.56 WITA

ECRL Malaysia Siap Beroperasi Tahun Depan, Rute Panjang 665 Kilometer
Minggu, 11 Oktober 2026, 17.56 WITA

MRT Timur-Barat Lewati Kwitang, Pemprov DKI Gelar Konsultasi Publik Ketiga
Minggu, 11 Oktober 2026, 17.55 WITA

Universitas Pertama IKN Resmi Beroperasi dengan 48 Mahasiswa
Minggu, 11 Oktober 2026, 17.55 WITA

Hakim Agung RI: IKN Tak Mangkrak, Progres Konsisten di Kawasan Yudikatif
Minggu, 11 Oktober 2026, 17.55 WITA

Singapura Batalkan Penyitaan Dana, Tapi Pertahankan Sebagian untuk Kasus Korupsi Sawit
Minggu, 11 Oktober 2026, 17.55 WITA

BRI Pertahankan Gelar Merek Paling Bernilai di Indonesia
Minggu, 11 Oktober 2026, 17.55 WITA

