Minggu, 11 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Omzet Toko Suvenir Trump Anjlok, Penjualan Turun Drastis

Toko suvenir Donald Trump di Virginia mengalami penurunan omzet drastis, dari puncak US$15 ribu per hari kini hanya mencapai US$2 ribu, akibat berkurangnya pasokan dari China dan perubahan citra publik presiden tersebut.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 11 Oktober 2026, 12.06 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Omzet Toko Suvenir Trump Anjlok, Penjualan Turun Drastis📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Toko suvenir Trump Town di Boones Mill, Virginia, kini jauh dari kesibukan masa kejayaannya. Omzet yang dulu mencapai hingga US$15 ribu per hari kini merosot drastis, hanya berkisar antara US$1.500 hingga US$3.000, tergantung musim dan peristiwa politik. Whitey Taylor, pemilik toko, mengungkapkan bahwa penurunan ini bukan hanya karena tren yang menurun, tetapi juga akibat berkurangnya pasokan barang dari produsen di Tiongkok yang kini enggan memproduksi produk bertema Trump.

Pada masa kampanye Trump untuk kembali ke Gedung Putih, barang-barang seperti bola krom untuk gantungan truk menjadi primadona. Namun, saat dikunjungi pada September 2023, penjualan barang tersebut sudah menurun signifikan. Bahkan, meskipun ukuran barang diperbesar menjadi XL, antusiasme pengunjung tak lagi sebesar dulu. Taylor menyebut banyak pelanggan sudah memiliki koleksi berlimpah, termasuk topi, bendera, dan aksesori lainnya, sehingga minim minat membeli lagi.

Barang-barang yang masih laris mencakup berbagai produk unik, seperti gelas sloki, boneka kepala goyang, cetakan es berwajah Trump, serta kaleng berlabel “Kentut Sapi” yang jadi sindiran terhadap komentar politisi AS terkait pemanasan global. Banderol “DADDY'S HOME” tetap diminati, terutama oleh kalangan mahasiswa. Namun, kekecewaan terhadap kebijakan Trump, terutama soal harga BBM dan sikap terhadap konflik Iran, mulai memengaruhi loyalitas pembeli.

Survei terbaru menunjukkan mayoritas warga Amerika menilai Trump memperburuk kondisi ekonomi, sementara sebagian besar juga merasa dampak perang dan kebijakan tarif merugikan keuangan mereka. Beberapa pelanggan, seperti Barbara Keith dari South Carolina, mempertanyakan kebijakan energi meski tidak menyalahkan Trump secara langsung. Meski demikian, mereka tetap berbelanja, termasuk membeli cetakan es bertuliskan “end the wokeness”, sebagai bentuk dukungan simbolis meski tidak sepenuhnya setuju dengan semua kebijakan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya