Minggu, 11 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

El-Sisi Bertemu Prabowo di Istana, Bahas Kerja Sama Strategis

Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi resmi bertemu Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, dalam kunjungan kerja yang menekankan kerja sama strategis dan dukungan terhadap solusi damai di krisis regional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 11 Oktober 2026, 12.26 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
El-Sisi Bertemu Prabowo di Istana, Bahas Kerja Sama Strategis📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi tiba di Istana Negara, Jakarta, pada hari Minggu, 11 Oktober 2026, sekitar pukul 10.30 WIB, dalam rangka kunjungan kenegaraan yang menjadi bagian dari tur Asia. Kedatangannya disambut langsung dengan upacara adat oleh pasukan TNI, dihadiri sejumlah menteri kabinet, termasuk Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono serta Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia.

Pertemuan bilateral antara El-Sisi dan Prabowo Subianto difokuskan pada perluasan kerja sama strategis antar kedua negara, terutama dalam bidang energi, pertahanan, dan kemanusiaan. Kedua pemimpin juga membahas perkembangan terkini di kawasan, termasuk konflik di Timur Tengah, dengan menekankan pentingnya menjaga jalur pelayaran internasional dan menolak tindakan pemindahan paksa warga Palestina dari tanah mereka.

Sebelum kunjungan ini, El-Sisi telah melangsungkan pertemuan dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung di Seoul, serta melakukan kunjungan ke Malaysia. Di Korea, ia menghadiri forum bisnis internasional bersama para CEO dan perwakilan perusahaan besar, menandai komitmen Mesir terhadap kolaborasi ekonomi global. Kunjungan ke Indonesia dilanjutkan sebagai bagian dari agenda diplomasi regional yang komprehensif.

Sejalan dengan pertemuan sebelumnya di KTT BRICS di India pada 12 September 2026, kedua pemimpin kembali menegaskan komitmen terhadap perjanjian kemitraan strategis yang telah ditandatangani pada April 2025. Mereka sepakat bahwa solusi konflik harus dilakukan melalui diplomasi, serta mendukung pelaksanaan gencatan senjata di Jalur Gaza, akses kemanusiaan bagi warga, dan perlindungan terhadap warga sipil di Tepi Barat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya