Liang Wenfeng, Pendiri DeepSeek, Kaya Raya dari AI Canggih
Pendiri DeepSeek, Liang Wenfeng, kini memiliki kekayaan Rp715 triliun setelah sukses mengembangkan model AI hemat biaya yang menyaingi raksasa AS.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 11 Oktober 2026, 12.24 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Liang Wenfeng, tokoh di balik keberhasilan perusahaan kecerdasan buatan DeepSeek, kini menempati posisi ke-52 dalam daftar orang terkaya dunia versi Forbes, dengan kekayaan mencapai US$40 miliar atau sekitar Rp715,65 triliun berdasarkan kurs tengah Rp17.891 per dolar AS. Pencapaian ini menandai loncatan signifikan dari posisinya di peringkat ke-34 pada daftar 100 orang terkaya di Tiongkok tahun sebelumnya, menunjukkan pertumbuhan pesat dalam ekosistem teknologi China.
Lahir pada 1985 di Zhanjiang, Guangdong, Liang tumbuh dalam lingkungan akademik, di mana kedua orang tuanya adalah guru SD. Sejak usia dini, ia dikenal sebagai anak berbakat di bidang matematika, menunjukkan minat mendalam terhadap ilmu komputasi dan logika. Setelah menyelesaikan studi sarjana dan magister di Universitas Zhejiang dengan fokus pada teknik informasi elektronik dan visi komputer, ia mulai membangun fondasi karier di bidang investasi kuantitatif berbasis AI.
Pada 2013, Liang mendirikan Hangzhou Yakebi Investment Management, diikuti oleh pendirian Hangzhou Huanfang Technology pada 2015, yang kemudian bertransformasi menjadi Zhejiang Jiuzhang Asset Management. Pada 2016, ia turut mendirikan Ningbo High-Flyer Quantitative Investment Management, perusahaan yang menggabungkan algoritma matematis dan kecerdasan buatan dalam pengelolaan aset. Tahun 2019 menjadi titik balik saat ia membangun High-Flyer AI, yang fokus pada riset algoritma dan aplikasi AI, dengan aset yang dikelola melebihi 10 miliar yuan.
Keberhasilan puncak datang pada 2023 dengan pendirian DeepSeek, perusahaan yang menghadirkan model AI terbaru bernama R1. Dengan pengeluaran hanya US$5,6 juta untuk pengembangan dasar, model ini berhasil menyaingi produk besar seperti ChatGPT dan Gemini. Keunggulan DeepSeek terletak pada efisiensi biaya dan sifat open-source-nya, yang memungkinkan akses global. Pada Juni, perusahaan berhasil mengumpulkan dana US$7,4 miliar dengan valuasi mencapai US$52 miliar, menegaskan dominasi teknologinya.
Meski sukses global, DeepSeek juga menghadapi kritik terkait risiko misinformasi, privasi data, serta kepatuhan terhadap regulasi pemerintah Tiongkok, terutama di pasar internasional. Namun, keberhasilan ini tetap menjadi bukti bahwa China mampu mengembangkan teknologi AI berkelas dunia secara mandiri, tanpa bergantung pada ekosistem Barat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pertamina Dorong Pemulihan Ekonomi Perajin Tenun Sade
PT Pertamina memberikan 45 alat tenun dan pelatihan pendampingan untuk membantu perajin Desa Adat Sade pulih pasca-kebakaran, menjaga tradisi budaya dan mendukung pemulihan ekonomi lokal.
11 Oktober 2026

Anwar Ibrahim Tetapkan Upah Minimum Baru Rp8,7 Juta Mulai 2027
Pemerintah Malaysia resmi menaikkan upah minimum nasional dari Rp7,4 juta menjadi Rp8,7 juta per bulan, berlaku Juni 2027, dengan pengecualian bagi UMKM berpendapatan di bawah RM50 juta.
11 Oktober 2026

Omzet Toko Suvenir Trump Anjlok, Penjualan Turun Drastis
Toko suvenir Donald Trump di Virginia mengalami penurunan omzet drastis, dari puncak US$15 ribu per hari kini hanya mencapai US$2 ribu, akibat berkurangnya pasokan dari China dan perubahan citra publik presiden tersebut.
11 Oktober 2026

Prancis dan Jerman Dorong Mekanisme Darurat Perdagangan Hadapi Tekanan Ekonomi Tiongkok
Prancis dan Jerman mengusulkan pembentukan alat perdagangan darurat di Eropa untuk merespons agresi ekonomi Tiongkok dengan akses cepat ke pasar dalam 24 jam.
11 Oktober 2026
Berita Lainnya

Aksi Massal Tuntut Mundur Ketua KPU, Puluhan Ditangkap
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.26 WITA

El-Sisi Bertemu Prabowo di Istana, Bahas Kerja Sama Strategis
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.26 WITA

Adidas Gugat White Fox atas Desain Garis Empat
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.25 WITA

Data Center AI dan Tekanan Air: Tantangan Infrastruktur di Tengah Ekspansi Digital
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.25 WITA

Shadow Punisher Usut Kematian Pangeran dalam Konspirasi Istana
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.24 WITA

Indonesia Tolak Masuk Artis Dukung Israel
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.20 WITA

Bass Persuades Catat Rekor Penurunan Terparah di Billboard 200
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.20 WITA

Wali Kota Baru Peru Punya Nama Kontroversial
Minggu, 11 Oktober 2026, 12.06 WITA

