Minggu, 11 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bandung Jadi Pusat Pelatihan PMI Terampil untuk Pasar Jepang

Kementerian P2MI dan Pemkot Bandung bahas kerja sama perluas penempatan pekerja migran terampil ke Jepang melalui pelatihan kompetensi dan sertifikasi terpadu.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 11 Oktober 2026, 09.26 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Bandung Jadi Pusat Pelatihan PMI Terampil untuk Pasar Jepang📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan Pemerintah Kota Bandung tengah memperkuat kerja sama strategis untuk membuka akses lebih luas bagi pekerja migran Indonesia (PMI) ke Jepang, khususnya di sektor yang membutuhkan keterampilan teknis seperti perawat lansia dan konstruksi. Pertemuan antara Wakil Menteri P2MI Christina Aryani dengan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menekankan pentingnya memanfaatkan potensi SDM terampil yang dimiliki kota tersebut sebagai modal utama dalam memenuhi permintaan pasar kerja Jepang.

Christina menyoroti keunggulan Bandung dalam menyiapkan tenaga kerja yang siap bersaing secara global, terutama melalui kolaborasi dengan kota-kota mitra di Jepang seperti Kawasaki dan Hamamatsu. Ia menegaskan bahwa kesuksesan penempatan PMI tidak hanya bergantung pada jumlah, tetapi pada kualitas dan kesiapan kompetensi yang sesuai standar industri Jepang. Untuk itu, pemerintah akan menghadirkan program pelatihan terpadu yang mengintegrasikan keterampilan teknis, kemampuan bahasa Jepang, hingga sertifikasi resmi.

Program pelatihan ini akan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik pasar kerja, baik dalam bentuk modul terpisah maupun paket terpadu yang memadukan berbagai aspek kesiapan. Selain itu, kerja sama ini juga akan mendukung program direktif Presiden Prabowo Subianto, SMK Go Global, yang bertujuan menyiapkan lulusan SMK dan Diploma dengan kualifikasi industri internasional. Christina mengajak Wali Kota Farhan untuk aktif mensosialisasikan program ini agar masyarakat Bandung, khususnya generasi muda, memahami dan memanfaatkannya.

Wali Kota Bandung menyatakan komitmen penuh untuk menjadikan kota ini sebagai pusat pelatihan dan penyaluran PMI terampil ke luar negeri. Ia menargetkan Bandung menjadi lokomotif dalam branding tenaga kerja Indonesia di pasar Jepang, dengan mengembangkan sistem pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan. Langkah selanjutnya adalah penyusunan kerangka kerja sama berupa MoU antara KP2MI dan Pemkot Bandung, yang akan melibatkan pemetaan suplai tenaga kerja, penguatan kapasitas pelatihan, serta penyelarasan kompetensi calon pekerja dengan persyaratan perekrutan di Jepang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya