Minggu, 11 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Jakarta Ungguli New York dalam Tata Kelola Transportasi

Gubernur DKI Jakarta memaparkan keunggulan sistem transportasi publik saat berdialog dengan Wali Kota New York, menyoroti transformasi mobilitas berbasis integrasi dan pergeseran budaya penggunaan kendaraan pribadi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 11 Oktober 2026, 09.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Jakarta Ungguli New York dalam Tata Kelola Transportasi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pertemuan antara Gubernur DKI Jakarta dan Wali Kota New York Zohran Mamdani menjadi momen menarik ketika pemimpin kota besar dunia saling bertukar perspektif soal tata kelola transportasi. Dalam kesempatan itu, Mamdani justru mempertanyakan mengapa Jakarta—dengan populasi 11 juta jiwa—mampu mengelola mobilitas lebih efisien dibanding New York yang hanya memiliki 8,4 juta penduduk. Pertanyaan ini menjadi kunci bagi Gubernur DKI untuk menunjukkan realisasi kebijakan transportasi yang telah dilakukan selama beberapa tahun terakhir.

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan sistem transportasi Jakarta bukan hasil kebetulan, melainkan hasil dari pendekatan strategis yang berfokus pada pengurangan ketergantungan terhadap kendaraan pribadi. Dengan jumlah pergerakan harian mencapai 3,5 hingga 4 juta orang dari daerah penyangga, kota ini menghadapi tekanan mobilitas yang sangat tinggi. Solusi yang diambil adalah memperluas jaringan transportasi umum lintas batas wilayah, khususnya melalui program Transjabodetabek yang menghubungkan Jakarta, Bekasi, dan Tangerang Selatan menuju pusat kota.

Dengan rute yang kini melintas dari Blok M ke berbagai kawasan penyangga, sistem ini dirancang untuk memudahkan akses dan menawarkan alternatif nyaman bagi warga yang sebelumnya bergantung pada kendaraan pribadi. Gubernur menekankan bahwa perluasan layanan ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga upaya membentuk budaya baru—di mana menggunakan transportasi umum menjadi pilihan utama, bukan terpaksa.

Dalam sambutannya di acara Special Kids Expo 2026, ia menegaskan bahwa integrasi transportasi massal adalah kunci jangka panjang untuk menekan kemacetan dan meningkatkan kualitas hidup warga. Dengan pendekatan yang terukur dan berkelanjutan, Jakarta berharap bisa menjadi model bagi kota-kota besar lain di dunia yang menghadapi tantangan serupa.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya