Pendemo dan Tokoh Oposisi Ditangkap Jelang Aksi Besar di New Delhi
Ratusan demonstran dan tokoh oposisi ditangkap polisi New Delhi menjelang aksi protes besar menuntut pengunduran diri kepala komisi pemilihan umum.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 23.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pihak kepolisian New Delhi melakukan penangkapan massal terhadap puluhan pengunjuk rasa dan tokoh oposisi pada Sabtu (10/10/2026), menjelang rencana demonstrasi besar yang digelar oleh gerakan pemuda Cockroach. Aksi penangkapan dilakukan di tengah penjagaan ketat dengan penghentian layanan transportasi dan telekomunikasi untuk mencegah kerumunan.
Aksi protes yang digagas oleh gerakan pemuda tersebut menuntut pengunduran diri Kepala Komisioner Pemilihan Umum, Gyanesh Kumar, menyusul keberatan terhadap revisi daftar pemilih yang dinilai merugikan oposisi dan menguntungkan Partai Bharatiya Janata (BJP) yang dipimpin Perdana Menteri Narendra Modi. Aksi ini diberi nama "Menyelamatkan Demokrasi" sebagai bentuk perlawanan terhadap proses pemilu yang dinilai tidak transparan.
Seorang perempuan yang ikut dalam aksi menegaskan bahwa gerakan ini bukan menentang tokoh politik tertentu, melainkan menolak kebijakan yang dianggap cacat. Ia mengatakan sebelum diamankan oleh petugas, "Kami tidak menentang politisi maupun partai mana pun. Kami menentang kebijakan yang cacat." Perempuan tersebut tidak disebutkan namanya dalam laporan.
Mantan Kepala Menteri Kerala, Pinarayi Vijayan, turut hadir di lokasi demonstrasi di Jantar Mantar, bersama sejumlah tokoh oposisi lainnya. Mereka kemudian dibawa ke dalam kendaraan polisi setelah diperiksa. Selain itu, pendiri Cockroach Janta Party (CJP), Abhijeet Dipke, serta dua pemimpin senior, Saurav Das dan Ashutosh Ranka, juga diamankan saat tiba dari Mumbai. Penangkapan terhadap tokoh-tokoh ini menjadi sorotan karena menunjukkan keterlibatan aktif dalam aksi yang dianggap mengancam stabilitas politik.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Trump Marah Gagal Dapat Nobel Perdamaian
Presiden AS Donald Trump menyatakan kekecewaan mendalam setelah kembali gagal meraih Nobel Perdamaian, menyalahkan Norwegia dan menyebut pemenang tahun ini sebagai sosok yang tak dikenal.
10 Oktober 2026

Polisi Dalami Keterlibatan Tiga Orang dalam Kasus Kekerasan Santriwati
Penyidik Polres Metro Bekasi Kota mendalami keterlibatan tiga pihak lain dalam dugaan kasus kekerasan seksual terhadap santriwati di pesantren Bekasi Selatan.
10 Oktober 2026

Kapolda Metro Buka Nomor WA Pribadi untuk Aspirasi Publik
Kapolda Metro Jaya siapkan saluran baru lewat WhatsApp pribadi untuk menerima pengaduan, kritik, dan saran masyarakat secara langsung.
10 Oktober 2026

Kapolda Metro Siapkan Nomor WA Pribadi untuk Layanan Publik
Kapolda Metro Jaya siapkan nomor WhatsApp pribadi sebagai saluran resmi masyarakat untuk aduan, kritik, dan saran secara langsung.
10 Oktober 2026
Berita Lainnya

Anwar Ibrahim Dorong Kenaikan Upah dan Diskon Pajak Jelang Pemilu
Sabtu, 10 Oktober 2026, 23.30 WITA

Bank Sampah Putri Nyale Dukung Kebersihan Mandalika
Sabtu, 10 Oktober 2026, 23.29 WITA

Asing Kompak Beli 10 Saham Ini Saat IHSG Melemah
Sabtu, 10 Oktober 2026, 23.28 WITA

Realisasi Capex dan Dividen Tumbuh, Saham Ritel dan Digital Jadi Sorotan
Sabtu, 10 Oktober 2026, 23.28 WITA

ADHI Lepas Saham Tol Jogja-Solo ke SMI Senilai Rp1,77 T
Sabtu, 10 Oktober 2026, 23.28 WITA

IHSG Awal Perdagangan Naik Tipis di 6.154
Sabtu, 10 Oktober 2026, 23.28 WITA

Bulog Rencanakan Bangun 100 Gudang Baru untuk Kurangi Sewa
Sabtu, 10 Oktober 2026, 23.24 WITA

Hemat Belanja Pangan Saat Harga Melonjak
Sabtu, 10 Oktober 2026, 23.24 WITA

