Minggu, 11 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pendemo dan Tokoh Oposisi Ditangkap Jelang Aksi Besar di New Delhi

Ratusan demonstran dan tokoh oposisi ditangkap polisi New Delhi menjelang aksi protes besar menuntut pengunduran diri kepala komisi pemilihan umum.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 23.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Pendemo dan Tokoh Oposisi Ditangkap Jelang Aksi Besar di New Delhi📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pihak kepolisian New Delhi melakukan penangkapan massal terhadap puluhan pengunjuk rasa dan tokoh oposisi pada Sabtu (10/10/2026), menjelang rencana demonstrasi besar yang digelar oleh gerakan pemuda Cockroach. Aksi penangkapan dilakukan di tengah penjagaan ketat dengan penghentian layanan transportasi dan telekomunikasi untuk mencegah kerumunan.

Aksi protes yang digagas oleh gerakan pemuda tersebut menuntut pengunduran diri Kepala Komisioner Pemilihan Umum, Gyanesh Kumar, menyusul keberatan terhadap revisi daftar pemilih yang dinilai merugikan oposisi dan menguntungkan Partai Bharatiya Janata (BJP) yang dipimpin Perdana Menteri Narendra Modi. Aksi ini diberi nama "Menyelamatkan Demokrasi" sebagai bentuk perlawanan terhadap proses pemilu yang dinilai tidak transparan.

Seorang perempuan yang ikut dalam aksi menegaskan bahwa gerakan ini bukan menentang tokoh politik tertentu, melainkan menolak kebijakan yang dianggap cacat. Ia mengatakan sebelum diamankan oleh petugas, "Kami tidak menentang politisi maupun partai mana pun. Kami menentang kebijakan yang cacat." Perempuan tersebut tidak disebutkan namanya dalam laporan.

Mantan Kepala Menteri Kerala, Pinarayi Vijayan, turut hadir di lokasi demonstrasi di Jantar Mantar, bersama sejumlah tokoh oposisi lainnya. Mereka kemudian dibawa ke dalam kendaraan polisi setelah diperiksa. Selain itu, pendiri Cockroach Janta Party (CJP), Abhijeet Dipke, serta dua pemimpin senior, Saurav Das dan Ashutosh Ranka, juga diamankan saat tiba dari Mumbai. Penangkapan terhadap tokoh-tokoh ini menjadi sorotan karena menunjukkan keterlibatan aktif dalam aksi yang dianggap mengancam stabilitas politik.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya