Sabtu, 10 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bulog Rencanakan Bangun 100 Gudang Baru untuk Kurangi Sewa

Bulog berencana membangun 100 gudang penyimpanan baru guna mengurangi ketergantungan pada sewa kapasitas 2,1 juta ton akibat lonjakan stok beras nasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 23.24 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Bulog Rencanakan Bangun 100 Gudang Baru untuk Kurangi Sewa📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perum Bulog tengah menyiapkan ekspansi infrastruktur penyimpanan beras dengan rencana pembangunan 100 gudang baru di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kondisi saat ini, di mana sebagian besar kapasitas penyimpanan masih ditempati melalui kontrak sewa, mencapai 2,1 juta ton. Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa kebutuhan penyimpanan melonjak signifikan, terutama saat stok mencapai puncaknya di September lalu sebesar 5,4 juta ton.

Saat ini, kapasitas gudang milik Bulog sendiri hanya mencapai 3,1 juta ton, sehingga terpaksa memanfaatkan fasilitas penyimpanan pihak ketiga untuk menampung sisa stok. Rizal menjelaskan bahwa meskipun sewa gudang masih menjadi opsi utama, hal ini tetap berkelanjutan karena kontraknya dilakukan secara tahunan, memungkinkan fleksibilitas dalam pengelolaan anggaran.

Namun, ketergantungan terhadap sewa dianggap tidak efisien dalam jangka panjang. Oleh sebab itu, Bulog kini fokus pada realisasi pembangunan gudang mandiri sebagai upaya meningkatkan efisiensi operasional dan stabilitas rantai pasok pangan nasional. Proyek ini disiapkan secara bertahap, dengan proses pengadaan dan perencanaan infrastruktur yang sedang dalam tahap eksekusi.

Tujuan utama dari pembangunan 100 gudang baru adalah mengurangi ketergantungan terhadap penyewaan, sekaligus memperkuat kapasitas penyimpanan internal. Dengan demikian, Bulog diharapkan mampu mengelola stok beras secara lebih optimal, terutama saat terjadi lonjakan produksi atau fluktuasi permintaan di tingkat nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya