Sabtu, 10 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Spread SBN RI dan US Treasury Menyempit Jadi 188 Bps

Selisih imbal hasil SBN Indonesia dengan US Treasury 10 tahun menyempit menjadi 188 basis poin, menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi makro nasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 21.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Spread SBN RI dan US Treasury Menyempit Jadi 188 Bps📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Suahasil Nazara, menyampaikan bahwa selisih imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia dibandingkan obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun telah menyempit hingga 188 basis poin pada 7 Oktober 2026. Penurunan ini menjadi indikator positif atas kinerja pengelolaan ekonomi makro yang semakin terjaga, sehingga tidak lagi diperlukan imbal hasil premium tinggi untuk menarik investor.

Dalam paparannya di Jakarta, Suahasil menekankan bahwa sebelumnya Indonesia harus menawarkan selisih hingga 400–500 basis poin agar SBN tetap menarik secara global. Kini, dengan penurunan menjadi 188 bps, menunjukkan efisiensi dan daya tarik pasar keuangan Indonesia yang semakin kuat tanpa harus memberikan imbal hasil berlebihan.

Perbandingan dengan negara berkembang lainnya menunjukkan keunggulan relatif Indonesia. Filipina mencatat spread 240 bps, Afrika Selatan 379 bps, Meksiko 409 bps, sementara Brasil mencapai 765 bps. Data India tidak disertakan dalam paparan yang tersedia, namun tren penurunan spread di Indonesia tetap menjadi sorotan dalam konteks stabilitas keuangan regional.

Kepercayaan investor yang meningkat turut mendorong aliran modal asing masuk ke pasar keuangan domestik, baik melalui SBN maupun Surat Berharga Bank Indonesia (SRBI). Dengan spread yang lebih sempit, Indonesia mampu menjaga arus modal masuk tanpa harus menawarkan imbal hasil ekstrem, yang pada gilirannya mendukung kestabilan nilai tukar dan kebijakan moneter yang lebih fleksibel.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya