Kemenkop Tekankan Koperasi Jadi Mitra Layanan Gaji ASN, Bukan Pengganti Bank
Kemenkop tegaskan rencana koperasi salurkan gaji ASN bukan pengganti perbankan, melainkan perluasan akses layanan keuangan yang aman dan inklusif.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.55 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian Koperasi menegaskan bahwa belum ada keputusan final dari pemerintah mengenai pengalihan penyaluran gaji dan dana pensiun Aparatur Sipil Negara (ASN) ke lembaga koperasi. Namun, upaya ini dilakukan sebagai bagian dari transformasi ekosistem koperasi agar lebih modern dan mampu memberikan layanan keuangan yang berkelanjutan bagi masyarakat. Fokus utamanya bukan menggantikan peran perbankan, melainkan memperluas pilihan layanan yang sesuai regulasi dan memperkuat inklusi keuangan.
Dalam keterangan resmi, Sekretaris Kemenkop Ahmad Zabadi menjelaskan bahwa koperasi sedang dipertimbangkan sebagai mitra dalam penyaluran gaji pensiun ASN, sejalan dengan praktik yang telah dilakukan oleh PT Pos dan lembaga perbankan. Langkah ini dimaksudkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan, terutama di daerah terpencil atau yang minim infrastruktur perbankan. Koperasi tidak dimaksudkan untuk menggantikan fungsi Bank Pembangunan Daerah (BPD), tetapi sebagai tambahan sistem yang saling melengkapi.
Ahmad menekankan bahwa tujuan utama dari transformasi koperasi adalah memperkuat ekonomi rakyat dan menyediakan layanan yang lebih baik, bukan sekadar memperluas jangkauan institusi. Ia menilai bahwa koperasi harus berkembang dari wadah ekonomi anggota menjadi lembaga keuangan yang profesional, transparan, dan berkelanjutan. Dengan demikian, koperasi dapat menjadi bagian integral dari sistem ekonomi nasional yang sehat dan inklusif.
Pihak Kemenkop juga menyampaikan apresiasi tinggi atas respons publik yang sangat besar terhadap berbagai program transformasi koperasi. Menurutnya, antusiasme masyarakat menjadi dorongan kuat untuk terus memperbaiki dan memperkuat ekosistem koperasi di seluruh tanah air. Dengan dukungan bersama, koperasi diharapkan dapat menjadi mitra strategis dalam mewujudkan kemandirian ekonomi dan pemerataan layanan keuangan di tingkat nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Asing Beli Besar, IHSG Terpuruk 1,88%
IHSG turun 1,88% ke 6.031,28 akibat tekanan jual, sementara asing catatkan pembelian bersih di 10 saham kunci meski total net sell mencapai Rp867 miliar.
10 Oktober 2026

Asing Lepas Saham-Saham Unggulan, IHSG Terkoreksi 1,88%
Investor asing mencatatkan penjualan bersih Rp867 miliar, menyebabkan IHSG turun ke level 6.031,28 akibat penjualan besar-besaran pada 10 saham utama.
10 Oktober 2026

PBSA Gelar Stock Split, Nilai Saham Turun Jadi Rp25
PT Paramita Bangun Sarana Tbk resmi melakukan pemecahan saham dengan rasio 1:2, menurunkan nilai nominal dari Rp50 menjadi Rp25 per lembar, mulai 14 Oktober 2026.
10 Oktober 2026

BEI Perkuat Standar Keuangan IPO Mulai 2026
BEI memperketat syarat keuangan bagi perusahaan IPO dan perkuat kriteria kelangsungan di papan utama mulai Oktober 2026.
10 Oktober 2026
Berita Lainnya

IHSG Sesi I Naik 0,35% ke Level 6.052
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.57 WITA

BIKE Perkuat Lini Bisnis Energi Lewat Akuisisi Tambang Batu Bara
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.57 WITA

Asing Jual Bersih Rp32 Miliar, Tapi 10 Saham Ini Justru Dibeli Melimpah
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.57 WITA

Hindari Kehilangan Dana, Ini 11 Langkah Perlindungan M-Banking
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.57 WITA

Duit Warga Raib Rp9,1 Triliun, OJK Sebut 1.000 Laporan Harian
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.56 WITA

Kredit Bermasalah? Ini Langkah Bersihkan Rekam Jejak di SLIK OJK
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.56 WITA

IHSG Tertekan 1,88% ke Level 6.031 di Penutupan Kamis
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.56 WITA

Danantara Dukung Impor KRL Bekas Jepang untuk Kebutuhan Publik
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.55 WITA

