IHSG Tertekan 1,88% ke Level 6.031 di Penutupan Kamis
Indeks saham utama Indonesia turun 115,44 poin atau 1,88% menjadi 6.031 pada akhir perdagangan Kamis, disertai dominasi saham merah.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.56 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di posisi 6.031 pada penutupan perdagangan Kamis (8/10), menunjukkan penurunan signifikan sebesar 115,44 poin atau 1,88% dibandingkan hari sebelumnya. Pergerakan ini mencerminkan tekanan menjelang akhir pekan, didorong oleh aksi profit taking dan sentimen pasar global yang cenderung melemah. Volume perdagangan mencapai 60,41 miliar saham dengan total nilai transaksi sebesar Rp12,54 triliun, menunjukkan aktivitas pasar yang cukup tinggi meski arahnya negatif.
Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 497 mengalami penurunan harga, sementara hanya 171 saham yang menguat dan 119 lainnya bergerak datar. Dari 11 sektor utama, sembilan di antaranya mengalami koreksi, dengan sektor energi menjadi yang paling terdampak dengan penurunan 2,76%. Kinerja sektor ini turut memengaruhi pergerakan IHSG secara keseluruhan, mengingat kontribusinya yang besar terhadap indeks.
Kondisi pasar global turut memperparah tekanan pada IHSG. Bursa Asia mayoritas bergerak merah, dengan Hang Seng Composite turun 1,43%, Shanghai Composite melemah 0,79%, Nikkei 225 terkoreksi 1,42%, dan Straits Times merosot 3,4%. Di Eropa, pasar juga menunjukkan kecenderungan negatif, dengan DAX Jerman turun 0,74% dan FTSE 100 Inggris melemah 0,49%. Di Amerika Serikat, indeks S&P 500 dan NASDAQ Composite sama-sama terkoreksi 0,22%, sedangkan Dow Jones turun 0,66%, mencerminkan konsistensi tekanan global terhadap pasar saham.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pergerakan IHSG tidak terlepas dari dinamika eksternal, termasuk fluktuasi nilai tukar, pergerakan suku bunga global, dan ketegangan geopolitik yang masih berdampak. Meski demikian, analis menilai koreksi hari ini masih dalam batas wajar, terutama dalam konteks kenaikan IHSG sepanjang minggu sebelumnya. Pemantauan terhadap pergerakan pasar secara teknis dan fundamental akan menjadi kunci bagi investor dalam menyusun strategi perdagangan di pekan depan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Asing Beli Besar, IHSG Terpuruk 1,88%
IHSG turun 1,88% ke 6.031,28 akibat tekanan jual, sementara asing catatkan pembelian bersih di 10 saham kunci meski total net sell mencapai Rp867 miliar.
10 Oktober 2026

Asing Lepas Saham-Saham Unggulan, IHSG Terkoreksi 1,88%
Investor asing mencatatkan penjualan bersih Rp867 miliar, menyebabkan IHSG turun ke level 6.031,28 akibat penjualan besar-besaran pada 10 saham utama.
10 Oktober 2026

PBSA Gelar Stock Split, Nilai Saham Turun Jadi Rp25
PT Paramita Bangun Sarana Tbk resmi melakukan pemecahan saham dengan rasio 1:2, menurunkan nilai nominal dari Rp50 menjadi Rp25 per lembar, mulai 14 Oktober 2026.
10 Oktober 2026

BEI Perkuat Standar Keuangan IPO Mulai 2026
BEI memperketat syarat keuangan bagi perusahaan IPO dan perkuat kriteria kelangsungan di papan utama mulai Oktober 2026.
10 Oktober 2026
Berita Lainnya

IHSG Sesi I Naik 0,35% ke Level 6.052
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.57 WITA

BIKE Perkuat Lini Bisnis Energi Lewat Akuisisi Tambang Batu Bara
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.57 WITA

Asing Jual Bersih Rp32 Miliar, Tapi 10 Saham Ini Justru Dibeli Melimpah
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.57 WITA

Hindari Kehilangan Dana, Ini 11 Langkah Perlindungan M-Banking
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.57 WITA

Duit Warga Raib Rp9,1 Triliun, OJK Sebut 1.000 Laporan Harian
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.56 WITA

Kredit Bermasalah? Ini Langkah Bersihkan Rekam Jejak di SLIK OJK
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.56 WITA

Danantara Dukung Impor KRL Bekas Jepang untuk Kebutuhan Publik
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.55 WITA

Kemenkop Tekankan Koperasi Jadi Mitra Layanan Gaji ASN, Bukan Pengganti Bank
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.55 WITA

