Sabtu, 10 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Tertekan 1,88% ke Level 6.031 di Penutupan Kamis

Indeks saham utama Indonesia turun 115,44 poin atau 1,88% menjadi 6.031 pada akhir perdagangan Kamis, disertai dominasi saham merah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.56 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
IHSG Tertekan 1,88% ke Level 6.031 di Penutupan Kamis📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di posisi 6.031 pada penutupan perdagangan Kamis (8/10), menunjukkan penurunan signifikan sebesar 115,44 poin atau 1,88% dibandingkan hari sebelumnya. Pergerakan ini mencerminkan tekanan menjelang akhir pekan, didorong oleh aksi profit taking dan sentimen pasar global yang cenderung melemah. Volume perdagangan mencapai 60,41 miliar saham dengan total nilai transaksi sebesar Rp12,54 triliun, menunjukkan aktivitas pasar yang cukup tinggi meski arahnya negatif.

Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 497 mengalami penurunan harga, sementara hanya 171 saham yang menguat dan 119 lainnya bergerak datar. Dari 11 sektor utama, sembilan di antaranya mengalami koreksi, dengan sektor energi menjadi yang paling terdampak dengan penurunan 2,76%. Kinerja sektor ini turut memengaruhi pergerakan IHSG secara keseluruhan, mengingat kontribusinya yang besar terhadap indeks.

Kondisi pasar global turut memperparah tekanan pada IHSG. Bursa Asia mayoritas bergerak merah, dengan Hang Seng Composite turun 1,43%, Shanghai Composite melemah 0,79%, Nikkei 225 terkoreksi 1,42%, dan Straits Times merosot 3,4%. Di Eropa, pasar juga menunjukkan kecenderungan negatif, dengan DAX Jerman turun 0,74% dan FTSE 100 Inggris melemah 0,49%. Di Amerika Serikat, indeks S&P 500 dan NASDAQ Composite sama-sama terkoreksi 0,22%, sedangkan Dow Jones turun 0,66%, mencerminkan konsistensi tekanan global terhadap pasar saham.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pergerakan IHSG tidak terlepas dari dinamika eksternal, termasuk fluktuasi nilai tukar, pergerakan suku bunga global, dan ketegangan geopolitik yang masih berdampak. Meski demikian, analis menilai koreksi hari ini masih dalam batas wajar, terutama dalam konteks kenaikan IHSG sepanjang minggu sebelumnya. Pemantauan terhadap pergerakan pasar secara teknis dan fundamental akan menjadi kunci bagi investor dalam menyusun strategi perdagangan di pekan depan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya