Sabtu, 10 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

PBSA Gelar Stock Split, Nilai Saham Turun Jadi Rp25

PT Paramita Bangun Sarana Tbk resmi melakukan pemecahan saham dengan rasio 1:2, menurunkan nilai nominal dari Rp50 menjadi Rp25 per lembar, mulai 14 Oktober 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.58 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
PBSA Gelar Stock Split, Nilai Saham Turun Jadi Rp25📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perusahaan konstruksi PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) telah menyelesaikan proses pemecahan saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 18 September 2026. Keputusan ini menetapkan rasio pemecahan sebesar 1:2, artinya setiap saham lama akan diganti dengan dua saham baru. Akibatnya, nilai nominal saham berubah dari Rp50 menjadi Rp25 per lembar, seiring dengan peningkatan jumlah saham ditempatkan dan disetor dari 3 miliar menjadi 6 miliar lembar.

Peningkatan jumlah saham ini tidak diikuti perubahan dalam total modal perseroan. Modal dasar tetap dipertahankan sebesar Rp480 miliar, dengan jumlah saham yang ditempatkan dan disetor mencapai 19,2 miliar lembar. Sementara modal ditempatkan dan disetor tetap sebesar Rp150 miliar, atau sekitar 31,25% dari modal dasar. Jumlah saham dalam portepel juga meningkat dari 6,6 miliar menjadi 13,2 miliar lembar, dengan nilai nominal total tetap di angka Rp330 miliar.

Pasar perdagangan saham PBSA dengan nilai nominal lama berakhir pada 13 Oktober 2026, sementara perdagangan dengan nilai nominal baru dimulai pada 14 Oktober 2026. Penyelesaian transaksi saham lama dilakukan hingga 15 Oktober 2026, yang juga menjadi tanggal penentuan pemegang saham berhak atas hasil pemecahan saham (recording date). Perdagangan saham baru di pasar tunai mulai berlangsung pada 16 Oktober 2026.

Untuk pemegang saham yang menyimpan saham melalui penitipan kolektif di KSEI, distribusi saham hasil pemecahan didasarkan pada saldo di subrekening efek per 15 Oktober 2026. Saham baru akan dikreditkan langsung ke masing-masing subrekening pada 16 Oktober 2026. Manajemen PBSA menyatakan bahwa tujuan utama stock split adalah meningkatkan keterjangkauan saham bagi investor ritel dan memperkuat likuiditas perdagangan di Bursa Efek Indonesia.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya