Danantara Dukung Impor KRL Bekas Jepang untuk Kebutuhan Publik
Danantara Indonesia mendukung rencana KAI impor KRL bekas Jepang selama memenuhi kebutuhan masyarakat dan sesuai kriteria kelayakan teknis.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.55 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Danantara Indonesia menyatakan sikap mendukung rencana PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk mengimpor Kereta Rel Listrik (KRL) bekas dari Jepang. Keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan kebutuhan transportasi publik yang terus meningkat, terutama di kawasan perkotaan dan daerah satelit. Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa dukungan tersebut bersyarat pada kelayakan operasional dan manfaat sosial yang ditimbulkan.
Dony menyatakan bahwa rencana impor akan segera dibahas lebih lanjut dengan Direktur Utama KAI dalam pekan depan. Diskusi akan fokus pada jumlah unit yang dibutuhkan serta kelayakan teknis dari KRL berusia 25 tahun yang ingin diimpor. Ia menekankan bahwa tujuan utama dari langkah ini adalah memperluas akses transportasi massal, mengurangi ketergantungan kendaraan pribadi, serta menekan emisi karbon dan konsumsi bahan bakar di kawasan perkotaan.
Meski mendukung impor, Dony menegaskan perlunya peningkatan kualitas produk dalam negeri, khususnya dari PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA. Ia menyoroti pentingnya transformasi menyeluruh bagi perusahaan pelat merah agar mampu bersaing secara nasional dan global. Dony telah memanggil direksi INKA untuk menekankan tuntutan perbaikan standar produksi, menilai bahwa kualitas yang rendah tidak sesuai dengan visi industrialisasi nasional.
Saat ini, rencana impor menghadapi kendala regulasi, yaitu batas maksimal usia KRL bekas yang diperbolehkan diimpor oleh Kementerian Perdagangan, yakni 20 tahun. KRL yang ingin diimpor oleh KAI berusia 25 tahun, namun diperkirakan masih layak beroperasi selama 10 tahun di Indonesia. Dony menilai bahwa evaluasi terhadap aturan tersebut perlu dilakukan secara objektif, dengan mempertimbangkan kelayakan teknis dan manfaat sosial yang dihasilkan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Asing Beli Besar, IHSG Terpuruk 1,88%
IHSG turun 1,88% ke 6.031,28 akibat tekanan jual, sementara asing catatkan pembelian bersih di 10 saham kunci meski total net sell mencapai Rp867 miliar.
10 Oktober 2026

Asing Lepas Saham-Saham Unggulan, IHSG Terkoreksi 1,88%
Investor asing mencatatkan penjualan bersih Rp867 miliar, menyebabkan IHSG turun ke level 6.031,28 akibat penjualan besar-besaran pada 10 saham utama.
10 Oktober 2026

PBSA Gelar Stock Split, Nilai Saham Turun Jadi Rp25
PT Paramita Bangun Sarana Tbk resmi melakukan pemecahan saham dengan rasio 1:2, menurunkan nilai nominal dari Rp50 menjadi Rp25 per lembar, mulai 14 Oktober 2026.
10 Oktober 2026

BEI Perkuat Standar Keuangan IPO Mulai 2026
BEI memperketat syarat keuangan bagi perusahaan IPO dan perkuat kriteria kelangsungan di papan utama mulai Oktober 2026.
10 Oktober 2026
Berita Lainnya

IHSG Sesi I Naik 0,35% ke Level 6.052
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.57 WITA

BIKE Perkuat Lini Bisnis Energi Lewat Akuisisi Tambang Batu Bara
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.57 WITA

Asing Jual Bersih Rp32 Miliar, Tapi 10 Saham Ini Justru Dibeli Melimpah
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.57 WITA

Hindari Kehilangan Dana, Ini 11 Langkah Perlindungan M-Banking
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.57 WITA

Duit Warga Raib Rp9,1 Triliun, OJK Sebut 1.000 Laporan Harian
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.56 WITA

Kredit Bermasalah? Ini Langkah Bersihkan Rekam Jejak di SLIK OJK
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.56 WITA

IHSG Tertekan 1,88% ke Level 6.031 di Penutupan Kamis
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.56 WITA

Kemenkop Tekankan Koperasi Jadi Mitra Layanan Gaji ASN, Bukan Pengganti Bank
Sabtu, 10 Oktober 2026, 17.55 WITA

