DPD RI Dorong Tindak Lanjut Rekomendasi BPK untuk Perbaikan Keuangan Daerah
DPD RI berkomitmen menindaklanjuti temuan BPK terkait masalah keuangan daerah yang berulang, dengan memperkuat koordinasi dan sinkronisasi kebijakan bersama pemerintah daerah.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 15.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Dalam sidang paripurna masa persidangan I 2026–2027, DPD RI menerima laporan hasil pemeriksaan BPK yang mencatat adanya sejumlah persoalan keuangan daerah yang terus berulang. Laporan tersebut diserahkan dalam bentuk Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I Tahun 2026 dan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Semester I Tahun 2026, yang menjadi dasar langkah selanjutnya bagi lembaga perwakilan daerah. Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin, menegaskan bahwa temuan tersebut harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola keuangan di tingkat daerah.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara DPD RI dan pemerintah daerah dalam menindaklanjuti rekomendasi BPK secara konkret dan berkelanjutan. Menurut Sultan, pengawasan keuangan daerah bukan hanya soal administrasi, tetapi juga bagian integral dari keberhasilan pembangunan nasional. Dengan memastikan transparansi dan akuntabilitas, diharapkan kebijakan yang diambil dapat benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat di lapangan.
Fathan Subchi, anggota VI BPK RI, menegaskan bahwa penyampaian laporan kepada DPD RI merupakan kewajiban konstitusional berdasarkan Pasal 23E ayat (2) UUD 1945. Ia menekankan bahwa hasil pemeriksaan tidak boleh berhenti pada tahap pelaporan, melainkan harus mendorong penyelesaian masalah yang berulang. Rekomendasi BPK harus menjadi dasar perbaikan sistem, bukan sekadar dokumen arsip.
Dalam konteks ini, DPD RI dituntut untuk menjadi penjembat antara hasil audit dan pelaksanaan kebijakan di daerah. Dengan memperkuat koordinasi dan pengawasan bersama, diharapkan temuan yang sama tidak muncul kembali di masa depan. Tujuannya adalah menciptakan tata kelola keuangan daerah yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Baznas dan Pemkab Pandeglang Perkuat Kolaborasi Tangani Kemiskinan Ekstrem
Sinergi antara Baznas RI dan Pemkab Pandeglang fokus pada penanganan rumah tidak layak huni serta pengentasan kemiskinan ekstrem melalui gotong royong lintas sektor.
10 Oktober 2026

Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Siaga Sejak 9 Oktober 2026
BPBD Lampung resmi menaikkan status Gunung Anak Krakatau ke level III siaga berdasarkan analisis aktivitas vulkanik dan data pengamatan real-time.
10 Oktober 2026

Generasi Djempolan Hadir di Ambon Dorong Literasi Keuangan Digital
Program edukasi keuangan Kredivo hadir untuk pertama kalinya di Ambon, menekankan pentingnya literasi finansial bagi generasi muda di kawasan Indonesia Timur.
10 Oktober 2026

Target Pajak 2026: Tertunda Rp750 Triliun, DJP Percepat Penagihan
DJP menyatakan masih harus mengejar setoran pajak sebesar Rp750 triliun hingga akhir tahun meski realisasi hingga September mencapai 68,2% dari target APBN 2026.
10 Oktober 2026
Berita Lainnya

Komdigi Perluas Penindakan Judi Online ke Aliran Dana
Sabtu, 10 Oktober 2026, 15.43 WITA

Kopi dalam Tradisi Sufi: Kisah Mistis yang Tak Terbukti sebagai Ajaran Rasul
Sabtu, 10 Oktober 2026, 15.43 WITA

Asal Usul Pasal 'Gibran Banget' Diklarifikasi DPR
Sabtu, 10 Oktober 2026, 15.43 WITA

Rumah Makan Selera Lidah Orang Indonesia
Sabtu, 10 Oktober 2026, 15.42 WITA

BGN Bantah Kaitan dengan Lokasi Penemuan Mayat di Kendal
Sabtu, 10 Oktober 2026, 15.42 WITA

Perlindungan Karya Jurnalistik di Era Digital Harus Diperkuat
Sabtu, 10 Oktober 2026, 15.42 WITA

Demokrat Tekankan Fokus pada Tugas Pemerintahan, Belum Bahas Capres 2029
Sabtu, 10 Oktober 2026, 15.42 WITA

Evakuasi Medis ABK Korban Penyanderaan Perompak Somalia
Sabtu, 10 Oktober 2026, 15.41 WITA

