Target Pajak 2026: Tertunda Rp750 Triliun, DJP Percepat Penagihan
DJP menyatakan masih harus mengejar setoran pajak sebesar Rp750 triliun hingga akhir tahun meski realisasi hingga September mencapai 68,2% dari target APBN 2026.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 15.23 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Hingga akhir bulan September 2026, realisasi penerimaan pajak telah mencapai 68,2% dari target APBN tahun ini, senilai Rp1,607 triliun dari total Rp2,357 triliun. Meskipun pertumbuhan akumulatif mencapai 24,1%, Direktur Jenderal Pajak menegaskan masih terdapat celah besar yang harus ditutup dalam tiga bulan terakhir tahun ini. Dengan sisa waktu yang terbatas, kementerian menekankan pentingnya peningkatan efisiensi dan fokus eksekusi di semua level kantor wilayah.
Untuk mempercepat pencapaian target, DJP akan memanfaatkan seluruh data perpajakan yang telah terkumpul secara intensif. Fokus utama diberikan pada pengawasan, pemeriksaan, penegakan hukum, serta identifikasi potensi penerimaan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Langkah ini dilakukan melalui konsolidasi strategis dengan seluruh kantor wilayah di seluruh Indonesia guna memastikan koordinasi dan eksekusi yang seragam hingga akhir Desember.
Dalam upaya peningkatan, DJP akan mengoptimalkan sejumlah kebijakan perpajakan kunci, termasuk pemungutan pajak atas transaksi digital dari luar negeri, pengenaan pajak penghasilan melalui platform perdagangan elektronik, serta penerapan kebijakan pengurangan sanksi bagi wajib pajak yang patuh. Kebijakan ini diharapkan mampu mendorong kepatuhan dan meningkatkan jumlah pembayaran pajak secara langsung.
Sejumlah sektor usaha yang menunjukkan pertumbuhan positif hingga September menjadi fokus utama. Di antaranya adalah perdagangan, khususnya perdagangan online dan penjualan bahan bakar minyak, industri pengolahan seperti logam dasar dan minyak sawit mentah (CPO), serta sektor pertambangan migas. Di sektor jasa, fokus diberikan pada aktivitas konsultasi manajemen, transportasi, pergudangan, konstruksi, dan real estate, yang turut berkontribusi terhadap penerimaan pajak.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

DPD RI Dorong Tindak Lanjut Rekomendasi BPK untuk Perbaikan Keuangan Daerah
DPD RI berkomitmen menindaklanjuti temuan BPK terkait masalah keuangan daerah yang berulang, dengan memperkuat koordinasi dan sinkronisasi kebijakan bersama pemerintah daerah.
10 Oktober 2026

Baznas dan Pemkab Pandeglang Perkuat Kolaborasi Tangani Kemiskinan Ekstrem
Sinergi antara Baznas RI dan Pemkab Pandeglang fokus pada penanganan rumah tidak layak huni serta pengentasan kemiskinan ekstrem melalui gotong royong lintas sektor.
10 Oktober 2026

Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Siaga Sejak 9 Oktober 2026
BPBD Lampung resmi menaikkan status Gunung Anak Krakatau ke level III siaga berdasarkan analisis aktivitas vulkanik dan data pengamatan real-time.
10 Oktober 2026

Generasi Djempolan Hadir di Ambon Dorong Literasi Keuangan Digital
Program edukasi keuangan Kredivo hadir untuk pertama kalinya di Ambon, menekankan pentingnya literasi finansial bagi generasi muda di kawasan Indonesia Timur.
10 Oktober 2026
Berita Lainnya

Komdigi Perluas Penindakan Judi Online ke Aliran Dana
Sabtu, 10 Oktober 2026, 15.43 WITA

Kopi dalam Tradisi Sufi: Kisah Mistis yang Tak Terbukti sebagai Ajaran Rasul
Sabtu, 10 Oktober 2026, 15.43 WITA

Asal Usul Pasal 'Gibran Banget' Diklarifikasi DPR
Sabtu, 10 Oktober 2026, 15.43 WITA

Rumah Makan Selera Lidah Orang Indonesia
Sabtu, 10 Oktober 2026, 15.42 WITA

BGN Bantah Kaitan dengan Lokasi Penemuan Mayat di Kendal
Sabtu, 10 Oktober 2026, 15.42 WITA

Perlindungan Karya Jurnalistik di Era Digital Harus Diperkuat
Sabtu, 10 Oktober 2026, 15.42 WITA

Demokrat Tekankan Fokus pada Tugas Pemerintahan, Belum Bahas Capres 2029
Sabtu, 10 Oktober 2026, 15.42 WITA

Evakuasi Medis ABK Korban Penyanderaan Perompak Somalia
Sabtu, 10 Oktober 2026, 15.41 WITA

