Sabtu, 10 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BGN Bantah Kaitan dengan Lokasi Penemuan Mayat di Kendal

Badan Gizi Nasional memastikan bangunan di Kendal tempat jenazah ditemukan bukan SPPG, tidak memiliki kaitan resmi, dan tidak terlibat dalam program gizi nasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 15.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
BGN Bantah Kaitan dengan Lokasi Penemuan Mayat di Kendal📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Badan Gizi Nasional (BGN) secara tegas membantah adanya keterkaitan antara lokasi penemuan jenazah di Kendal dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Setelah melakukan peninjauan lapangan dan koordinasi dengan koordinator wilayah setempat, pihak BGN memastikan bahwa bangunan yang menjadi lokasi penemuan tidak pernah menjadi bagian dari program SPPG, baik secara struktural maupun administratif. Tidak ada identifikasi resmi, nomor ID, atau mitra kerja yang mengklaim kepemilikan atas gedung tersebut.

Juru Bicara BGN, Tysa Novenny, menegaskan bahwa bangunan tersebut hanya memiliki kesamaan fisik dengan gedung SPPG, namun tidak memiliki fungsi atau kaitan operasional dengan program pemerintah tersebut. “Setelah diverifikasi langsung di lapangan dan diperiksa secara menyeluruh, tidak ditemukan bukti adanya aktivitas SPPG di lokasi itu,” tegasnya dalam pernyataan resmi. Ia menekankan bahwa informasi yang menyebutkan keterlibatan BGN bersifat keliru dan dapat menyesatkan publik.

Mayat pria berusia 29 tahun, bernama Donna Nuzulul Aditya, ditemukan dalam kondisi terborgol di jendela lantai dua sebuah bangunan kosong di Desa Kebonadem, Kecamatan Brangsong, Kendal. Penemuan dilakukan oleh warga yang mencium bau menyengat sekitar pukul 04.00 WIB. Mayat ditemukan tergeletak di dekat teralis jendela, dengan tangan kiri terikat dan terjepit di besi jendela. Hasil identifikasi oleh petugas gabungan Inafis Polda Jawa Tengah dan Polres Kendal mengonfirmasi identitas korban dan lokasi tinggalnya di Kaliwungu.

Autopsi yang dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Semarang menunjukkan bahwa penyebab kematian korban adalah pukulan benda tumpul di bagian belakang kepala. Berdasarkan perkiraan waktu kematian, korban diperkirakan telah meninggal sekitar lima hingga sepuluh hari sebelum penemuan. Polres Kendal kini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap latar belakang kejadian dan memastikan kebenaran kronologi yang terjadi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya