Sabtu, 10 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Festival Kuliner Mandalika Wujudkan Ekosistem Wisata Berkelanjutan

Festival kuliner di kawasan Mandalika menghadirkan 20 UMKM lokal dengan aneka hidangan khas dan produk kreatif, mendukung pariwisata berkelanjutan sekaligus memperluas akses ekonomi masyarakat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 10 Oktober 2026, 15.40 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Festival Kuliner Mandalika Wujudkan Ekosistem Wisata Berkelanjutan📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Puluhan usaha mikro, kecil, dan menengah dari Lombok hadir dalam Mandalika Street Food Festival Volume 2, menyuguhkan beragam menu tradisional seperti serabi, sate merah Narmada, sate bulayak Suranadi, dan nasi ayam sisit kecombrang di area sirkuit internasional. Kegiatan ini berlangsung sejak Jumat (9/10) hingga Sabtu, dengan jam operasional pukul 14.00 hingga 22.00 WITA, menargetkan lebih dari 15 ribu pengunjung dari dalam dan luar negeri.

Festival ini tidak hanya menjadi ajang kuliner, tetapi juga bagian dari strategi pengembangan destinasi terpadu yang mengintegrasikan pariwisata, ekonomi lokal, dan keberlanjutan. Pelaksana Tugas Direktur Utama InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), Ahmad Fajar, menegaskan bahwa keberadaan kawasan Mandalika tidak hanya untuk menyelenggarakan balap internasional, tetapi juga sebagai ruang bagi masyarakat untuk memperluas peluang usaha.

Dukungan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) turut memperkuat keberlanjutan kegiatan melalui program cashback, aktivasi gerai interaktif, serta integrasi layanan digital seperti aplikasi perbankan. Selain kuliner, pengunjung juga menikmati produk ramah lingkungan dari UMKM seperti Muna Gallery, Lombok Vanilla, I Love Mutiara, dan MiaMia Crochet, yang menawarkan inovasi berbasis budaya lokal.

Berbagai hiburan seperti live painting, DJ, band akustik, reggae, pertunjukan mixologist, serta nonton bareng MotoGP turut memperkaya pengalaman wisata. Acara ini dirancang sebagai bagian dari konsep community-based tourism, yang menekankan partisipasi aktif masyarakat dan pelestarian identitas budaya. Tujuannya adalah memastikan manfaat dari GP Indonesia 2026 merata bagi pelaku usaha lokal dan komunitas sekitar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya