Roasting Teh dan Kopi: Proses Serupa, Karakter Berbeda
Proses roasting pada teh dan kopi memiliki prinsip dasar sama, namun memerlukan pendekatan berbeda karena perbedaan bahan baku dan sensitivitas daun teh terhadap panas.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 21.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Proses roasting yang umum dikaitkan dengan kopi ternyata juga bisa diterapkan pada teh, meski dengan karakteristik dan tantangan yang berbeda. Berbeda dari biji kopi yang tahan terhadap panas tinggi, daun teh sangat rentan terbakar jika tidak dikontrol dengan cermat. Menurut tea educator dan sommelier Ratna Somantri, inti dari roasting adalah pemanasan, namun karena teh berasal dari daun, prosesnya membutuhkan pengaturan suhu yang lebih halus untuk menjaga kualitas aroma dan rasa tanpa menghasilkan rasa gosong.
Karakteristik roasting pada teh tidak bisa diraih secara instan. Diperlukan waktu bertahun-tahun eksperimen dan penyesuaian teknik agar hasilnya sesuai dengan ekspektasi. Ratna menekankan bahwa keberhasilan roasting teh tergantung pada kontrol yang presisi terhadap panas, waktu, dan jenis daun yang digunakan. Ia menyebut bahwa bahkan di Jakarta, di mana peluncuran series teh terbaru dilakukan, proses ini telah mencapai tingkat kematangan tertentu setelah berbagai uji coba.
Perbedaan mendasar juga terjadi pada alat yang digunakan. Teknologi roasting kopi telah berkembang pesat dengan perangkat yang memiliki pengaturan khusus untuk berbagai tingkat sangrai. Sementara itu, roasting teh membutuhkan adaptasi karena sifat daun yang lebih sensitif. Meski demikian, Ratna melihat potensi besar dalam memanfaatkan mesin kopi untuk pengembangan teh roasting, terutama setelah melihat praktik di Jepang yang telah mengembangkan hojicha—jenis teh hijau yang diroasting secara khusus.
Meskipun teknologi dapat membantu menjaga konsistensi hasil, roasting teh tetap bisa dilakukan secara sederhana di rumah, misalnya menggunakan oven. Namun, tanpa kontrol suhu yang stabil, hasilnya akan bervariasi dari hari ke hari. Oleh karena itu, mesin tetap menjadi solusi utama bagi produsen yang menginginkan kualitas yang terjaga secara konsisten.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Kolaborasi Kuliner Prancis-Indonesia Sajikan Malam Gastronomi Mewah di Bandung
Gelaran eksklusif "Rendez-vous Rasa" sukses menyatukan keahlian kuliner Prancis dan Nusantara dalam pengalaman makan malam berstandar internasional di Bandung.
9 Oktober 2026

Cukai Minuman Manis Siap Berlaku Semester II 2027, Targetkan Penerimaan Rp1,7 Triliun
Pemerintah menargetkan penerapan cukai minuman berpemanis dalam kemasan mulai semester kedua 2027 dengan proyeksi penerimaan negara sebesar Rp1,7 triliun.
9 Oktober 2026

SIAL Indonesia 2026 Dorong Ekspor Produk Mamin Melalui Jaringan Global
Pameran SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 siap jadikan wadah strategis bagi UMKM dan produsen lokal untuk menjalin kemitraan bisnis internasional dan ekspansi pasar global.
9 Oktober 2026

9 Pantai Unik Bali untuk Nikmati Keindahan Alam dan Kuliner
Delapan destinasi pantai di Bali menawarkan panorama alam menakjubkan, aktivitas air, hingga pengalaman kuliner laut segar selama musim kemarau.
8 Oktober 2026
Berita Lainnya

A7X Siap Guncang Jakarta dengan Konser Spektakuler
Jumat, 9 Oktober 2026, 21.30 WITA

Wristband Konser A7X di JIS Harus Dipertukarkan Sebelum Hari H
Jumat, 9 Oktober 2026, 21.29 WITA

AS Siarkan Langsung Eksekusi Mati Mantan Prajurit Pengkhianat
Jumat, 9 Oktober 2026, 21.18 WITA

Pria Ditangkap di Miami Karena Selundupkan 10 Burung Hidup dalam Celana Dalam
Jumat, 9 Oktober 2026, 21.17 WITA

Napi Perempuan Selamat dari Eksekusi Mati Dua Kali di Tennessee
Jumat, 9 Oktober 2026, 21.17 WITA

Agen Imigrasi Tembak Warga di New York, Ada Anak di Mobil
Jumat, 9 Oktober 2026, 21.16 WITA

Rupiah Menguat ke Rp17.899 di Akhir Pekan
Jumat, 9 Oktober 2026, 21.15 WITA

Honda Perkenalkan Sistem Hybrid Baru dengan Nama Seragam Global
Jumat, 9 Oktober 2026, 21.15 WITA

