SPBU Shell Indonesia Resmi Berganti Pemilik Tahun Ini
Pemisahan hukum dan pengalihan kepemilikan SPBU Shell ke PT Isla Energy Indonesia mulai 30 Oktober 2026, tanpa gangguan layanan bagi konsumen.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 17.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 18x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Perusahaan PT Shell Indonesia telah menyetujui pemisahan (spin-down) dan pengalihan operasional bisnis Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di seluruh Indonesia kepada PT Isla Energy Indonesia. Keputusan ini menjadi bagian dari proses transisi kepemilikan penuh ke Sefas Group, yang ditargetkan selesai pada tahun 2026. Pemisahan hukum ini dilakukan untuk memisahkan unit bisnis ritel bahan bakar dari operasional pelumas, memastikan kelancaran proses akuisisi sesuai aturan dan regulasi yang berlaku.
Proses transisi tidak mengubah operasional harian SPBU Shell di seluruh wilayah Indonesia. Perusahaan menegaskan bahwa layanan konsumen tetap berjalan normal, termasuk ketersediaan produk, standar layanan, dan manfaat program Shell GO+. Semua fasilitas, sistem pembayaran, serta kebijakan operasional tetap berlaku tanpa perubahan signifikan selama masa transisi. Shell menekankan komitmen terhadap kualitas layanan dan keandalan jaringan selama periode peralihan kepemilikan.
Sefas Group, yang telah menandatangani kesepakatan akuisisi 100% bisnis SPBU Shell di Indonesia, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi pengembangan sektor ritel energi nasional. Dengan mengelola jaringan SPBU Shell, perusahaan bertekad memperkuat infrastruktur energi dan mendukung pertumbuhan permintaan bahan bakar di masa depan. CEO Sefas Group, Ricky Roesli, menegaskan bahwa akuisisi ini merupakan langkah strategis dalam memperluas kapasitas dan jangkauan layanan energi di tanah air.
Proses pengalihan kepemilikan diharapkan rampung pada akhir tahun ini, setelah memenuhi persetujuan regulator dan semua persyaratan hukum yang berlaku. Sefas Group menegaskan bahwa prioritas utama adalah menjaga kelancaran operasional, keamanan, dan keterandalan layanan selama transisi. Keberhasilan proses ini diyakini akan memperkuat posisi Indonesia dalam pengelolaan energi sekaligus memberi dampak positif bagi ekosistem ritel energi nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

60 Kawasan Industri Baru Siap Dikembangkan Luar Jawa
Pemerintah menyiapkan pengembangan 60 kawasan industri baru di luar Pulau Jawa untuk mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi dan daya saing nasional.
9 Oktober 2026

Fortu Digital Dorong Percetakan Beralih ke Solusi Digital
Perusahaan teknologi visual Fortu Digital mengajak pelaku percetakan beralih ke layanan digital signage dan videotron melalui kemitraan strategis di ajang ALLPRINT Expo 2026.
9 Oktober 2026

Penghargaan Energi Subroto 2026 Buka Pendaftaran Tokoh Penggerak Energi
Penghargaan Energi Subroto 2026 membuka pendaftaran kategori Tokoh Penggerak Energi hingga 17 Oktober 2026 untuk individu berkontribusi nyata di sektor energi dan sumber daya mineral.
9 Oktober 2026

Pembayaran Pensiun Langsung ke Rekening Dimulai 2027
Pemerintah menyiapkan transformasi sistem pembayaran pensiun langsung ke rekening pribadi mulai 2027 melalui skema G2P Payment.
9 Oktober 2026
Berita Lainnya

IMX 2026 Resmi Dibuka dengan Aksi Legenda JDM
Jumat, 9 Oktober 2026, 17.40 WITA

Ojol Masuk Aturan Hukum Nasional Lewat RUU LLAJ
Jumat, 9 Oktober 2026, 17.40 WITA

IMX 2026 Dorong Regenerasi Ilmu Otomotif Lewat Kolaborasi Legenda dan Generasi Muda
Jumat, 9 Oktober 2026, 17.40 WITA

iPhone 18 Pro dan Pro Max Resmi Hadir di Indonesia
Jumat, 9 Oktober 2026, 17.37 WITA

Tiga Peneliti Keselamatan OpenAI Dipecat Usai Soroti Kekhawatiran AI
Jumat, 9 Oktober 2026, 17.35 WITA

Google Batasi Akses AI Gemini untuk Pengguna Gratis
Jumat, 9 Oktober 2026, 17.35 WITA

Presiden COP31 Soroti Krisis Iklim sebagai Ancaman Nyata
Jumat, 9 Oktober 2026, 17.35 WITA

Pabrik Tepung Telur dan Daging Siap Dibangun 2027
Jumat, 9 Oktober 2026, 17.35 WITA

