Jumat, 9 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pembayaran Pensiun Langsung ke Rekening Dimulai 2027

Pemerintah menyiapkan transformasi sistem pembayaran pensiun langsung ke rekening pribadi mulai 2027 melalui skema G2P Payment.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 15.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
Pembayaran Pensiun Langsung ke Rekening Dimulai 2027📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah akan menerapkan sistem pembayaran pensiun langsung ke rekening pribadi penerima mulai tahun 2027, sebagai bagian dari upaya modernisasi perbendaharaan negara. Langkah ini bertujuan untuk memastikan penyaluran dana pensiun berjalan lebih cepat, akurat, dan transparan. Mekanisme yang dikenal sebagai Government-to-People (G2P) Payment ini akan menggantikan proses tradisional yang kerap melibatkan perantara, termasuk kantor pos.

Proses transformasi ini didukung oleh kesiapan sistem teknologi dan peningkatan kapasitas administrasi keuangan negara dalam dua dekade terakhir. Sebelumnya, pemerintah telah sukses menerapkan pembayaran langsung untuk PNS, TNI, Polri, serta penerima bantuan sosial. Kini, rencana tersebut diperluas untuk mencakup seluruh pensiunan yang terdaftar dalam sistem nasional.

Kunci keberhasilan pelaksanaan adalah ketersediaan data penerima yang akurat dan mutakhir. Menteri Keuangan menegaskan bahwa keberhasilan transfer dana bergantung pada kebenaran identitas, status, dan alamat terkini dari setiap pensiunan. Data yang tidak diperbarui akan menjadi hambatan utama dalam penyaluran yang tepat sasaran.

Penerapan G2P Payment diharapkan mendorong inklusi keuangan nasional dengan memperluas akses masyarakat terhadap layanan perbankan formal. Dengan langsung menerima pensiun melalui rekening bank, pensiunan tidak perlu lagi menunggu di loket atau menghadapi risiko keterlambatan dan kehilangan dana. Tujuan utamanya adalah menciptakan sistem penyaluran belanja negara yang lebih efisien, terukur, dan berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya