Jumat, 9 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Betrand Peto Jalani Pemeriksaan 9 Jam, Bantah Tudingan Kekerasan Seksual

Betrand Peto menjalani pemeriksaan selama sembilan jam di Polda Metro Jaya sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana kekerasan seksual, dengan membantah semua tudingan yang disampaikan pelapor.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 15.36 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
Betrand Peto Jalani Pemeriksaan 9 Jam, Bantah Tudingan Kekerasan Seksual📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Anak angkat Ruben Onsu, Betrand Peto, menjalani pemeriksaan intensif selama sembilan jam di Polda Metro Jaya pada Kamis (8/10), mulai pukul 13.00 hingga 22.00 WIB. Dalam proses tersebut, ia diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) yang dilaporkan seorang perempuan berinisial AW. Selama pemeriksaan, Betrand didampingi kuasa hukumnya, Timothy Ezra, dan menjawab sebanyak 55 pertanyaan terkait kehadirannya di lokasi kejadian, yakni sebuah tempat hiburan di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, sejak kedatangan hingga subuh.

Tim kuasa hukum menegaskan bahwa seluruh tudingan terhadap kliennya dibantah secara tegas. Menurut Timothy Ezra, fokus penyidik mencakup perjalanan Betrand dari awal kehadiran hingga aktivitas selama malam hari, termasuk identitas orang-orang yang hadir dan sifat interaksi yang terjadi. Ia menekankan bahwa semua aspek, termasuk kesepakatan awal dan suasana yang diduga terjadi, diperjelas sebagai bentuk kehadiran yang bersifat positif dan tidak ada unsur paksaan.

Proses hukum saat ini masih berada pada tahap klarifikasi penyelidikan. Timothy Ezra menjelaskan bahwa polisi masih menunggu hasil analisis medis, forensik, dan psikologis dari pelapor, termasuk hasil visum. Status perkara belum naik ke tahap penyidikan formal, sehingga Betrand belum dinyatakan tersangka. Ia juga menegaskan bahwa keterangan dari saksi-saksi lain, termasuk teman dekat dan pihak terkait, tidak ada yang menyatakan adanya pelanggaran atau tindakan mencurigakan dari Betrand.

Setelah selesai pemeriksaan, Betrand hanya menyampaikan permohonan doa agar kasus ini segera menemukan kebenaran dan berakhir dengan hasil yang baik. Ia menegaskan komitmennya untuk kooperatif dan transparan, serta tidak akan menghindari atau memanipulasi fakta yang terjadi. Kasus ini bermula dari laporan pelapor AW yang dilakukan pada 12 September, dengan pemeriksaan terhadapnya dilakukan sehari setelahnya, di mana 23 pertanyaan diajukan oleh penyidik.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya