Jumat, 9 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Peternak Diminta Langsung ke Mentan, Bukan Demo di Jalan

Menteri Pertanian menegaskan peternak tak perlu demo, cukup datang langsung kepadanya untuk menyelesaikan masalah, termasuk krisis harga telur dan biaya pakan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 15.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
Peternak Diminta Langsung ke Mentan, Bukan Demo di Jalan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menteri Pertanian menyerukan perubahan pola komunikasi antara petani dan peternak dengan pemerintah, dengan mengimbau agar mereka tidak lagi melakukan aksi unjuk rasa di jalan raya. Sebaliknya, ia mengundang seluruh pelaku sektor peternakan untuk datang langsung ke kantornya guna mencari solusi bersama. Inisiatif ini didorong berdasarkan pengalaman saat dirinya menerima langsung petani dari Indramayu yang datang ke kantor Kementan, di mana dialog langsung berhasil mengatasi permasalahan mereka.

Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan dengan peternak ayam petelur yang mengeluhkan anjloknya harga telur di tingkat peternak serta beban tinggi biaya pakan. Amran menerima mereka di kediamannya di Pancoran, Jakarta, pada pagi hari, Jumat (9/10), dengan dialog yang berlangsung lebih dari dua jam. Ia menegaskan bahwa selama kebijakan berada dalam wewenangnya, semua persoalan peternak akan segera ditangani secara langsung.

Sebagai respons cepat, ia memerintahkan Perum Bulog untuk menyalurkan jagung pakan dari program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Pasokan jagung telah dikumpulkan dari berbagai sentra produksi seperti Gorontalo, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan, lalu dikirim ke Surabaya. Proses bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak kini sedang berjalan, dengan distribusi 5 ribu ton ke tiga provinsi di Jawa dalam pekan ini. Sementara itu, lebih dari 5 ribu ton juga telah disiapkan di Lampung, sementara distribusi antar-pulau dari Gorontalo terus dipercepat.

Untuk menjamin keberlanjutan, Kementan sedang menyusun ekosistem peternakan terintegrasi yang melibatkan Bulog sebagai penyerap (off-taker) jagung pakan dan memanfaatkan sistem resi gudang untuk menjaga harga tetap stabil. Amran menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak pernah membiarkan peternak dan petani berjuang sendirian, menegaskan bahwa perlindungan terhadap mereka adalah perintah Presiden dan menjadi prioritas utama.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya