Produksi Padi Aman di Tengah El Nino, Pemerintah Perkuat Dukungan Lapangan
Pemerintah menegaskan produksi padi nasional tetap terjaga meski terdampak El Nino, dengan luas lahan terdampak maksimal 50 ribu hektare dan berbagai intervensi teknis serta ekonomi dilakukan untuk menjaga keseimbangan harga dan pendapatan petani.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 15.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kondisi musim kering akibat fenomena El Nino tidak mengancam stabilitas produksi padi nasional, menurut pernyataan resmi dari Kementerian Pertanian. Jumlah lahan yang terdampak diperkirakan mencapai 50 ribu hektare, angka yang dianggap masih dalam batas terkendali dibandingkan total luas tanam yang diperkirakan mencapai 11 juta hektare hingga akhir tahun. Pemerintah menilai situasi ini tetap terkendali dan tidak mengganggu pasokan pangan nasional.
Upaya antisipatif telah dilakukan secara intensif di lapangan, meliputi peningkatan kapasitas irigasi, pemanfaatan pompa air, serta optimalisasi lahan melalui metode oplah. Selain itu, penerapan irigasi perpompaan (irpom) dan penggunaan benih unggul yang tahan kekeringan menjadi bagian dari strategi penanganan. Teknologi pertanian modern seperti PM-AAS juga diperluas untuk meningkatkan produktivitas tanaman secara signifikan.
Pemerintah memastikan keseimbangan antara harga gabah yang menguntungkan petani dan ketersediaan beras bagi konsumen. Harga gabah yang tinggi saat ini menjadi keuntungan langsung bagi petani, sementara operasi pasar dilakukan oleh Bulog untuk menjaga harga beras tetap terjangkau. Selain itu, program bantuan pangan dan SPHP (Sistem Pasokan Harga Pangan) turut diterapkan untuk menjamin kestabilan pasar.
Dengan penerapan metode budidaya berbasis teknologi dan benih unggul, pendapatan petani diperkirakan mencapai Rp15–16 juta per bulan per hektare. Untuk lahan setengah hektare, pendapatan bisa mencapai Rp8 juta per bulan, menunjukkan efektivitas program pertanian modern yang kini diperluas di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini sekaligus menjadi daya tarik bagi petani untuk beralih ke metode baru.
Di samping menjaga ketahanan pangan dalam negeri, pemerintah juga mulai mengevaluasi peluang ekspor beras ke negara tetangga. Malaysia, Papua Nugini, dan Timor-Leste telah menjadi target pasar utama, sementara Filipina dan negara lain sedang dalam tahap pendekatan untuk memperluas pasar ekspor.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Peternak Diminta Langsung ke Mentan, Bukan Demo di Jalan
Menteri Pertanian menegaskan peternak tak perlu demo, cukup datang langsung kepadanya untuk menyelesaikan masalah, termasuk krisis harga telur dan biaya pakan.
9 Oktober 2026

Presiden Togo Berkuasa 38 Tahun Meski Tak Tamat SD
Seorang pemimpin Afrika yang tidak menyelesaikan pendidikan dasar memimpin Togo selama 38 tahun, mengukir sejarah sebagai salah satu pemimpin paling lama di benua tersebut.
9 Oktober 2026
Golkar Tanggapi Wacana Pansus Pemakzulan Gibran
Fraksi Golkar menyatakan terbuka terhadap diskusi soal pansus pemakzulan Wakil Presiden Gibran, sambil menekankan bahwa belum ada usulan formal dari parlemen.
9 Oktober 2026

KPU dan Bawaslu Dilaporkan ke DKPP Terkait PKPU yang Dukung Cawapres Gibran
Pengaduan resmi disampaikan ke DKPP atas dugaan pelanggaran etika dalam penyusunan PKPU 19/2023 yang memungkinkan Gibran mencalonkan diri sebagai wakil presiden.
9 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pemerintah Serap Utang Rp494,3 Triliun hingga September 2026
Jumat, 9 Oktober 2026, 15.43 WITA

Suahasil Jelaskan Fokus Kerja Tiga Wamenkeu
Jumat, 9 Oktober 2026, 15.43 WITA

Pembayaran Pensiun Langsung ke Rekening Dimulai 2027
Jumat, 9 Oktober 2026, 15.43 WITA

Cukai Minuman Manis Siap Berlaku Semester II 2027, Targetkan Penerimaan Rp1,7 Triliun
Jumat, 9 Oktober 2026, 15.42 WITA

Pernikahan Sara dan Demian Berakhir dengan Sepakat, Tanpa KDRT atau Orang Ketiga
Jumat, 9 Oktober 2026, 15.37 WITA

Gugatan Hak Cipta Lagu "Bilang Saja" Kembali Didaftarkan ke PN Jakpus
Jumat, 9 Oktober 2026, 15.36 WITA

Betrand Peto Jalani Pemeriksaan 9 Jam, Bantah Tudingan Kekerasan Seksual
Jumat, 9 Oktober 2026, 15.36 WITA

Veda Ega Catat Waktu Terbaik di Practice Moto3 Mandalika
Jumat, 9 Oktober 2026, 15.25 WITA

