TNI Tangkap dan Tewaskan Tiga Anggota OPM di Maybrat
Tim gabungan TNI menangani aksi kelompok bersenjata OPM Kodap IV/Sorong Raya di Maybrat, menewaskan tiga anggota, termasuk komandan operasi, serta mengamankan senjata dan dokumen milik kelompok.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 15.22 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Operasi penegakan keamanan di wilayah hutan utara Kampung Kamat, Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, berujung pada kontak tembak antara tim patroli gabungan TNI dengan kelompok bersenjata OPM Kodap IV/Sorong Raya. Peristiwa terjadi pada Jumat (9/10) saat pasukan melaksanakan tugas pengamanan wilayah. Dalam insiden tersebut, tiga anggota OPM dinyatakan tewas di lokasi, sementara tidak ada korban dari pihak TNI.
Salah satu korban yang telah teridentifikasi adalah Manfret Fatem, yang diduga menjabat sebagai Danops OPM Kodap IV/Sorong Raya. Dua lainnya masih dalam proses verifikasi identitas, namun berdasarkan informasi awal, keduanya diduga memiliki posisi strategis dalam struktur kelompok, yakni sebagai Danyon Mosata dan Danyon Ayosami. Penyelidikan lebih lanjut dilakukan untuk memastikan peran masing-masing dalam aktivitas kelompok bersenjata.
Dari lokasi kejadian, aparat mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk satu senjata api jenis AK 101, 30 butir munisi kaliber 5,56 mm, munisi 9 mm, dua unit ponsel, atribut kelompok, bendera Bintang Kejora, dokumen internal OPM, serta peralatan pendukung lainnya. Semua barang bukti diserahkan untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Komandan Koops TNI Habema, Brigjen Riyanto, menegaskan bahwa operasi dilakukan secara selektif, terukur, dan sesuai hukum, dengan prinsip menjaga keselamatan masyarakat dan aparat. Ia menekankan bahwa setiap ancaman terhadap keamanan publik akan ditangani secara tegas namun tetap profesional. Upaya pengamanan wilayah akan terus dilakukan untuk menjamin stabilitas dan melindungi kehidupan masyarakat dari dampak kekerasan.
Pendekatan nonmiliter tetap menjadi bagian integral dari strategi, termasuk dialog dengan tokoh masyarakat, pembinaan teritorial, serta sinergi dengan pemerintah daerah. Sebelumnya, kelompok OPM Kodap IV/Sorong Raya tercatat terlibat dalam serangkaian insiden kekerasan di Papua Barat Daya, termasuk peristiwa di Kampung Sorry yang menewaskan dua personel Marinir dan mencuri dua senjata TNI.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pembayaran Pensiun Langsung ke Rekening Dimulai 2027
Pemerintah menyiapkan transformasi sistem pembayaran pensiun langsung ke rekening pribadi mulai 2027 melalui skema G2P Payment.
9 Oktober 2026

Hery Susanto Bantah Terima Uang dari Agung Winarno
Mantan Ketua Ombudsman RI Hery Susanto menegaskan tidak pernah menerima uang dari Agung Winarno dalam sidang pledoi di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.
9 Oktober 2026

ASUS Luncurkan Laptop ProArt dengan Cip NVIDIA RTX Spark N1X
ASUS memperkenalkan laptop ProArt P14 dan P16 yang dibekali cip NVIDIA RTX Spark N1X, menawarkan performa AI tingkat tinggi dengan memori terpadu hingga 128 GB.
9 Oktober 2026

47 Orangutan di Palangka Raya Terpapar Asap Karhutla, Kondisi Masih Ringan
Empat puluh tujuh ekor orangutan di pusat rehabilitasi Palangka Raya mengalami ISPA akibat asap kebakaran hutan, namun kondisinya stabil dan ditangani tim medis secara rutin.
9 Oktober 2026
Berita Lainnya

Peternak Diminta Langsung ke Mentan, Bukan Demo di Jalan
Jumat, 9 Oktober 2026, 15.44 WITA

Pemerintah Serap Utang Rp494,3 Triliun hingga September 2026
Jumat, 9 Oktober 2026, 15.43 WITA

Produksi Padi Aman di Tengah El Nino, Pemerintah Perkuat Dukungan Lapangan
Jumat, 9 Oktober 2026, 15.43 WITA

Suahasil Jelaskan Fokus Kerja Tiga Wamenkeu
Jumat, 9 Oktober 2026, 15.43 WITA

Cukai Minuman Manis Siap Berlaku Semester II 2027, Targetkan Penerimaan Rp1,7 Triliun
Jumat, 9 Oktober 2026, 15.42 WITA

Pernikahan Sara dan Demian Berakhir dengan Sepakat, Tanpa KDRT atau Orang Ketiga
Jumat, 9 Oktober 2026, 15.37 WITA

Gugatan Hak Cipta Lagu "Bilang Saja" Kembali Didaftarkan ke PN Jakpus
Jumat, 9 Oktober 2026, 15.36 WITA

Betrand Peto Jalani Pemeriksaan 9 Jam, Bantah Tudingan Kekerasan Seksual
Jumat, 9 Oktober 2026, 15.36 WITA

