Suahasil Jelaskan Fokus Kerja Tiga Wamenkeu
Menteri Keuangan memaparkan pembagian fokus tugas tiga wakilnya berdasarkan ranah kerja, bukan wilayah, dengan tetap menekankan kolaborasi lintas bidang.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 15.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan struktur fokus tugas tiga wakil menteri keuangan yang kini mendampinginya, menekankan bahwa pembagian tersebut didasarkan pada spesialisasi pekerjaan, bukan pembatasan wilayah kerja. Dalam paparannya di acara APBN KiTa di Jakarta, ia menegaskan bahwa seluruh jajaran Kementerian Keuangan tetap harus menjaga keterlibatan dan pemantauan terhadap isu-isu strategis yang muncul di luar bidang masing-masing.
Juda Agung ditugaskan untuk memimpin isu-isu di bidang keuangan, kebijakan internasional, serta pembiayaan negara. Ia akan menjadi garda depan dalam menyusun kebijakan yang berdampak pada stabilitas fiskal dan kemitraan global. Sementara itu, Nurkholisoh Ibnu Aman mendapat konsentrasi utama pada penerimaan negara, mencakup pengelolaan pajak, kepabeanan, cukai, serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP).
Luky Alfirman, di sisi lain, bertanggung jawab atas belanja negara, pengelolaan perbendaharaan, dan koordinasi transfer ke daerah (TKD). Ia akan memastikan efisiensi dan akuntabilitas penggunaan anggaran di tingkat pusat dan daerah. Suahasil menegaskan bahwa tugas-tugas ini tidak mengurangi kewajiban untuk berkoordinasi lintas sektor.
Ia mencontohkan bahwa meski Nurkholisoh fokus pada penerimaan, ia tetap harus memantau isu internasional jika berkaitan langsung dengan penerimaan negara, seperti kebijakan tarif atau perjanjian perdagangan. Demikian pula, wamenkeu lainnya tetap terbuka untuk turut serta dalam isu non-ranah utama jika diperlukan. Suahasil menekankan bahwa fokus kerja bukan berarti eksklusivitas, melainkan komitmen terhadap keunggulan dalam bidang spesifik.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Serap Utang Rp494,3 Triliun hingga September 2026
Realisasi pembiayaan utang pemerintah hingga September 2026 mencapai Rp494,3 triliun, atau 59,4 persen dari target APBN tahun ini, dengan fokus pada penerbitan SBN dan pengelolaan risiko pasar.
9 Oktober 2026

Beban Subsidi Energi Meningkat Tajam, APBN Terkuras Rp376,8 Triliun
Realisasi pembayaran subsidi dan kompensasi energi hingga September 2026 mencapai Rp376,8 triliun, naik 54% dibanding tahun sebelumnya, terutama untuk menopang PLN dan Pertamina.
9 Oktober 2026

Realisasi Transfer ke Daerah Capai Rp599,2 Triliun Per September
Penyaluran dana transfer ke daerah mencapai 82,4% dari target APBN Rp727 triliun hingga akhir September 2026, mendukung layanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
9 Oktober 2026

Movado Lepas 95% Saham EBEL ke Konsorsium Swiss-Chanel
Movado Group menyelesaikan penjualan 95% saham EBEL senilai $66,5 juta kepada konsorsium yang dipimpin Montres Journe, dengan Chanel dan Pierre Jacques sebagai pemain kunci, sementara Movado tetap memegang 5% saham.
9 Oktober 2026
Berita Lainnya

Peternak Diminta Langsung ke Mentan, Bukan Demo di Jalan
Jumat, 9 Oktober 2026, 15.44 WITA

Produksi Padi Aman di Tengah El Nino, Pemerintah Perkuat Dukungan Lapangan
Jumat, 9 Oktober 2026, 15.43 WITA

Pembayaran Pensiun Langsung ke Rekening Dimulai 2027
Jumat, 9 Oktober 2026, 15.43 WITA

Cukai Minuman Manis Siap Berlaku Semester II 2027, Targetkan Penerimaan Rp1,7 Triliun
Jumat, 9 Oktober 2026, 15.42 WITA

Pernikahan Sara dan Demian Berakhir dengan Sepakat, Tanpa KDRT atau Orang Ketiga
Jumat, 9 Oktober 2026, 15.37 WITA

Gugatan Hak Cipta Lagu "Bilang Saja" Kembali Didaftarkan ke PN Jakpus
Jumat, 9 Oktober 2026, 15.36 WITA

Betrand Peto Jalani Pemeriksaan 9 Jam, Bantah Tudingan Kekerasan Seksual
Jumat, 9 Oktober 2026, 15.36 WITA

Veda Ega Catat Waktu Terbaik di Practice Moto3 Mandalika
Jumat, 9 Oktober 2026, 15.25 WITA

