Beban Subsidi Energi Meningkat Tajam, APBN Terkuras Rp376,8 Triliun
Realisasi pembayaran subsidi dan kompensasi energi hingga September 2026 mencapai Rp376,8 triliun, naik 54% dibanding tahun sebelumnya, terutama untuk menopang PLN dan Pertamina.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 15.23 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Pemerintah telah menyalurkan dana subsidi dan kompensasi energi senilai Rp376,8 triliun hingga 30 September 2026, angka yang melonjak signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp244,6 triliun. Alokasi terbesar dari jumlah tersebut disalurkan secara rutin tiap bulan kepada PT PLN dan PT Pertamina untuk menjamin kelancaran operasional dan stabilitas harga energi di masyarakat. Kebijakan pembayaran bulanan ini diterapkan sejak awal tahun untuk menjaga likuiditas kedua BUMN yang menangani distribusi energi bersubsidi.
Kenaikan beban anggaran dipicu oleh kenaikan harga minyak dunia, yang pada September 2026 mencapai USD91,9 per barel berdasarkan harga minyak mentah Indonesia (ICP). Di sisi produksi, realisasi lifting minyak domestik hanya mencapai 573,9 ribu barel per hari, jauh di bawah target APBN sebesar 610 ribu barel per hari. Sementara itu, produksi gas bumi mencapai 929,7 ribu barel setara minyak per hari, masih di bawah target 984 ribu barel setara minyak per hari.
Kondisi ini menimbulkan tekanan terhadap penerimaan negara dari sektor hulu migas, yang berdampak langsung pada kenaikan kebutuhan anggaran untuk menjaga keterjangkauan harga energi. Pemerintah mengakui bahwa peningkatan beban subsidi tidak hanya berasal dari fluktuasi harga global, tetapi juga dari ketidaksesuaian target produksi dalam APBN. Upaya menjaga ketersediaan energi dengan harga terkendali tetap menjadi prioritas, meski berdampak pada tekanan terhadap defisit APBN.
Menteri Keuangan menegaskan bahwa skema pembayaran kompensasi rutin bulanan merupakan strategi jangka pendek untuk mencegah krisis likuiditas di BUMN energi. Langkah ini diambil untuk menghindari penumpukan kewajiban akibat penundaan audit tahunan, sambil tetap menjaga ketersediaan pasokan energi bagi masyarakat. Dengan kondisi produksi yang belum optimal dan harga minyak yang tinggi, pemerintah mengakui bahwa beban subsidi akan tetap menjadi tantangan utama dalam menjaga keseimbangan fiskal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Serap Utang Rp494,3 Triliun hingga September 2026
Realisasi pembiayaan utang pemerintah hingga September 2026 mencapai Rp494,3 triliun, atau 59,4 persen dari target APBN tahun ini, dengan fokus pada penerbitan SBN dan pengelolaan risiko pasar.
9 Oktober 2026

Suahasil Jelaskan Fokus Kerja Tiga Wamenkeu
Menteri Keuangan memaparkan pembagian fokus tugas tiga wakilnya berdasarkan ranah kerja, bukan wilayah, dengan tetap menekankan kolaborasi lintas bidang.
9 Oktober 2026

Realisasi Transfer ke Daerah Capai Rp599,2 Triliun Per September
Penyaluran dana transfer ke daerah mencapai 82,4% dari target APBN Rp727 triliun hingga akhir September 2026, mendukung layanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
9 Oktober 2026

Movado Lepas 95% Saham EBEL ke Konsorsium Swiss-Chanel
Movado Group menyelesaikan penjualan 95% saham EBEL senilai $66,5 juta kepada konsorsium yang dipimpin Montres Journe, dengan Chanel dan Pierre Jacques sebagai pemain kunci, sementara Movado tetap memegang 5% saham.
9 Oktober 2026
Berita Lainnya

Peternak Diminta Langsung ke Mentan, Bukan Demo di Jalan
Jumat, 9 Oktober 2026, 15.44 WITA

Produksi Padi Aman di Tengah El Nino, Pemerintah Perkuat Dukungan Lapangan
Jumat, 9 Oktober 2026, 15.43 WITA

Pembayaran Pensiun Langsung ke Rekening Dimulai 2027
Jumat, 9 Oktober 2026, 15.43 WITA

Cukai Minuman Manis Siap Berlaku Semester II 2027, Targetkan Penerimaan Rp1,7 Triliun
Jumat, 9 Oktober 2026, 15.42 WITA

Pernikahan Sara dan Demian Berakhir dengan Sepakat, Tanpa KDRT atau Orang Ketiga
Jumat, 9 Oktober 2026, 15.37 WITA

Gugatan Hak Cipta Lagu "Bilang Saja" Kembali Didaftarkan ke PN Jakpus
Jumat, 9 Oktober 2026, 15.36 WITA

Betrand Peto Jalani Pemeriksaan 9 Jam, Bantah Tudingan Kekerasan Seksual
Jumat, 9 Oktober 2026, 15.36 WITA

Veda Ega Catat Waktu Terbaik di Practice Moto3 Mandalika
Jumat, 9 Oktober 2026, 15.25 WITA

