Jumat, 9 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Markas Judi Online di Rumah Dinas TNI Terungkap, DPR Minta Penyelidikan Transparan

DPR menyoroti pengungkapan markas judi online di kompleks rumah dinas TNI di Jakarta Timur, meminta evaluasi internal dan penanganan transparan terhadap pelaku serta pihak yang mengendalikan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 15.22 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Markas Judi Online di Rumah Dinas TNI Terungkap, DPR Minta Penyelidikan Transparan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pengungkapan aktivitas judi online di dalam kompleks perumahan militer di Cijantung, Jakarta Timur, memicu keprihatinan serius dari anggota DPR. Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta menyatakan keterkejutannya terhadap keberadaan markas judi yang beroperasi selama berbulan-bulan tanpa terdeteksi di lingkungan rumah dinas TNI. Menurutnya, keberadaan puluhan komputer dan aktivitas besar di area yang seharusnya dikawal ketat menunjukkan celah serius dalam pengawasan internal institusi militer.

Sukamta menekankan pentingnya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan internal TNI, terutama terkait penggunaan fasilitas negara yang seharusnya dipertanggungjawabkan secara ketat. Ia menekankan bahwa proses pemeriksaan tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan, melainkan harus menyelusuri siapa yang mengendalikan operasi, menyediakan tempat, dan apakah ada oknum yang mengetahui atau bahkan melindungi kegiatan ilegal tersebut.

Anggota Komisi I lainnya, TB Hasanuddin, mendesak agar penanganan kasus dilakukan secara objektif dan profesional. Ia menekankan bahwa jika terlibat personel militer, proses hukum harus berjalan melalui jalur hukum militer yang berlaku, termasuk melibatkan Polisi Militer (POM) TNI. Menurutnya, keberhasilan penegakan hukum tergantung pada transparansi dan keadilan tanpa memandang latar belakang pelaku.

Pengungkapan bermula dari laporan warga yang mencurigai aktivitas mencurigakan di salah satu rumah di KPAD. Tim gabungan dari Kodim 0505/Jakarta Timur dan aparat kewilayahan kemudian melakukan penggerebekan pada 4 Oktober. Dalam operasi tersebut, 11 orang diamankan—semuanya warga sipil—dengan barang bukti berupa 32 unit komputer, 14 ponsel, dan sembilan kartu identitas. Hingga saat ini, terduga pelaku utama, Letkol (Inf) Arman, telah ditahan oleh Polisi Militer dalam rangka pemeriksaan di Pomdam Jaya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya