Jumat, 9 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Emas Picu Lonjakan Inflasi Inti, Pemerintah Soroti Permintaan Domestik

Inflasi inti September 2026 mencapai 2,84% yoy, dengan emas perhiasan jadi pemicu utama, namun peningkatan permintaan domestik tetap menjadi kunci di balik tekanan harga.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 12.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Emas Picu Lonjakan Inflasi Inti, Pemerintah Soroti Permintaan Domestik📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Inflasi inti Indonesia pada bulan September 2026 tercatat sebesar 2,84% secara tahunan, menunjukkan tekanan harga yang masih signifikan meski berada di bawah level puncak. Menteri Keuangan Suahasil Nazara menekankan bahwa kenaikan tersebut tidak sepenuhnya disebabkan oleh komoditas emas, melainkan juga mencerminkan kekuatan permintaan domestik yang terus tumbuh. Ia menilai tren kenaikan inflasi inti dalam periode setahun terakhir sebagai indikator kuat bahwa aktivitas ekonomi dalam negeri sedang membaik.

Meski angka inflasi inti pada September sedikit turun dibanding Agustus, perubahan ini justru menyoroti peran dominan emas perhiasan dalam memengaruhi angka tersebut. Ketika komponen emas dikeluarkan dari perhitungan, inflasi inti justru menunjukkan kenaikan dari 2,35% menjadi 2,49% dalam periode yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan inflasi berasal dari berbagai sektor, bukan hanya dari fluktuasi harga emas.

Suahasil menegaskan bahwa peningkatan inflasi inti tanpa emas menjadi bukti bahwa permintaan agregat di dalam negeri terus menguat. Pergerakan ini mencerminkan aktivitas konsumsi dan investasi yang stabil, yang pada akhirnya mendorong kenaikan harga barang dan jasa secara luas. Ia menilai hal ini sebagai sinyal positif terhadap kesehatan ekonomi jangka panjang, meski memerlukan pemantauan ketat terhadap risiko inflasi berkelanjutan.

Dengan demikian, pemerintah tetap fokus pada kebijakan moneter dan fiskal yang seimbang untuk menahan inflasi tanpa menghambat pertumbuhan ekonomi. Penanganan emas perhiasan sebagai faktor sementara tetap diperhatikan, namun yang lebih krusial adalah memastikan bahwa permintaan domestik tetap terkendali agar tidak memicu tekanan harga berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya